TOP NEWS 

Suasana Pandemi, Pengajian Muqaddimah HULTAH Madrasah NWDI ke – 86 Digelar Via Virtual

Lombok Timur SR – Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) adalah madrasah pertama didirikan almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pada tahun 1936 Masehi dan diberikan ijin pendirian oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 Hijiriah/22 Agustus 1937 Masehi.

Agar tradisi baik yang ditinggalkan pendiri Madrasah NWDI, NBDI dan Organisasi NW, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) dibawah pimpinan Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, terus merayakan hari ulang tahun Madrasah NWDI yang populer di kalangan jamaah NW dengan sebutan HULTAH NWDI.

Pada tahun ini, kendati dalam suasana pandemi covid-19 yang belum hilang, tidak menyurutkan PBNW untuk menyambut perayaan HULTAH NWDI.

Sebelum acara puncak HULTAH NWDI, digelar terlebih dulu pembukaan kegiatan HULTAH dengan menggelar pengajian Muqaddimah HULTAH NWDI dengan dua sistem, via virtual dan langsung dengan jumlah terbatas dan mengikuti protokol kesehatan,yang dipusatkan di halaman Masjid jamik Darul Quran wal Hadits NW Anjani, Ahad (22/08).

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNW,  Maulanasyaikh Muhammad Zainuddin Atsani, memberikan penjelasan dan mempertegas bahwa almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, mendirikan 2 madrasah yaitu Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) untuk laki-laki pada tahun 1937 Masehi dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) untuk perempuan, pada tahun 1943 Masehi, kemudian pada tanggal 1 Maret 1953 Maulanasyaikh mendirikan Organisasi Nahdlatul Wathan (NW).

“Ini yang harus difahami oleh semua warga NW di mana pun saja berada. Tidak perlu lagi diperdebatkan soal HULTAH keberapanya. Kalau menurut kalender Masehi sejak diresmikan pada 1937 maka 84, tapi kalau kalender hijiriah pada tahun 1356 maka 86. Dan ingat, sudah jelas Ninikda Maulanasyaikh hanya mendirikan organisasi  Nahdlatul Wathan (NW) tidak pernah mendirikan organisasi yang bernama NWDI. Ini yang perlu saya luruskan biar tidak salah faham,”tegasnya.

Ia juga meminta kepada pengurus organisasi NW se Indonesia agar terus berjuang melalui tiga pokok perjuangan NW, Pendidikan, Sosial dan Dakwah sebagai bentuk pengabdian kepada guru besar dan sumbangsih kepada Agama dan Bangsa.

“Mari kita teruskan perjuangan Ninikda Maulanasyaikh, jangan hiraukan orang-orang yang merongrong perjuangan NW. Anggap sebagai vitamin dan energi semua hinaan dan rintangan dalam berjuang,”pesan Maulanasyaikh Zainuddin Atsani.

Sementara itu, dalam pengajian Muqaddimah HULTAH NWDI, TGH L ANas Hasyri, mengungkap sejarah berdirinya Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) pada zaman Penjajah Belanda dan Jepang sebagai induk dari semua madrasah yang ada di pulau Lombok NTB pada waktu itu.

“Jadi Maulanasyaikh-lah yang mendirikan madrasah pertama di NTB sehingga beliau digelari Abul Madaris (Bapak Madrasah) oleh masyarakat Lombok,”tuturnya.

Kegiatan pengajian Muqaddimah HULTAH NWDI dikuti santri dan pengurus NW se Indonesia melalui virtual pada chanel Nahdlatul Wathan Official. (sr)

Related posts

%d blogger menyukai ini: