SUARA SUMBAWA 

Tuntut Kebijksanaan, Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Datangi Kantor  Bupati Sumbawa

Sumbawa Besar, SR – Puluhan perwakilan Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras mendatangi Kantor  Bupati Sumbawa yang beralamat di Jalan Garuda nomor 1 Sumbawa, Selasa (10/08) lalu. Kedatangan mereka disambut Sekretaris Daerah ( Sekda) Sumbawa, H. Hasan Basri.

Seperti diketahui pada  4 Agustus lalu, sejumlah tempat  usaha yang berada di Sampar Maras disegel beberapa pihak termasuk tim gabungan TNI – Polri yang dipimpin langsung Bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah. Penyegelan tersebut dikarenakan banyak tempat usaha tidak mengantongi IMB dan Ijin Operasional.

Pada kesempataan pertemuan itu, Humas Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras LB, Syahruddin mengatakan jika kedatangannya tersebut untuk menuntut keadilan terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Sumbawa yang menyegel tempat usaha karena diduga tidak mengantongi ijin mendirikan Bangunan (IMB).

“Kami datang kesini untuk meminta keadilan, karena Pemerintah Kabupaten sumbawa ingin menutup kegiatan usaha yang kami geluti saat ini,” ungkap Sandi (10/08).

Menurut Sandi, dirinya tidak ada masalah dengan penyegelan yang dilakukan oleh pemda. Namun yang jadi masalah adalah pada poin kedua tentang surat pemberitahuan  nomor :300/462/polpp/2021, dalam surat pemberitahuan tersebut pada poin kedua tentang penutupan kegiatan usaha yang berbunyi pemilik/penanggungjawab bangunan/gedung segera melakukan pembongkaran sendiri bangunan/gedung tersebut paling lama sampai dengan tanggal 11 agustus 2021.

Dengan adanya poin-poin yang dicantumkan dalam surat penyegelan tersebut, seharusnya pemerintah juga harus cermat. Kami juga mohon diayomi, karena ini tentang persoalan hidup. Hal ini tidak serta merta mengenai penutupan tempat usaha beserta aktifitasnya, tetapi juga tentang tenaga kerja yang kami tafsirkan hampir 400 lebih orang yang dirumahkan.

“Kami juga mohon diayomi. Karena ini tentang persoalan hidup. Memang beberapa bangunan dilokasi tersebut tidak mengantongi IMB, tetapi hanya beberapa oleh karena itu kami minta bangunan usaha kami jangan dirobohkan,” pinta Sandi.

“Kami akan taat terhadap apa yang menjadi keputusan Pemda, asalkan bangunan kami tidak dirobohkan. Namun juga aturan tersebut jangan hanya kepada kami yang ada diwilayah Sampar Maras,” sambungnya.

Sementara itu penasehat Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Sampar Maras, Agus Salim mengatakan bahwa terkait dengan penyegelan yang dilakukan Bupati Sumbawa beberapa waktu yang lalu hal tersebut agar bisa ditinjau ulang dan dicabut.

“Kami datang kesini bukan dalam artian melawan pemerintah, tetapi kami akan tunduk dan patuh apa yang pemerintah jalankan. Namun jangan merobohkan tempat usaha kami, dan kami juga tidak akan menjual bir ditempat usaha kami.” ujar Agus sapaan akrabnya.

Sekda Sumbawa H. Hasan Basri mengatakan sepanjang masih ada kegiatan dilokasi tersebut pasti akan kami tindak. Kenapa kegiatan usaha tersebut disegel dikarenakan bahwa bangunan tersebut tidak sesuai peruntukannya, serta tidak mengantongi ijin operasional dan tidak ada IMB nya.

“Kami bertindak karena ada dasar, dan sebagian besar masyarakat tidak menginginkan ada aktifitas lagi disana,” imbuhnya.

“Oleh karena itu mari kita rubah fikiran kita semuanya dulu, bahwa masih banyak opsi lain untuk berwirausaha. Tentunya dalam hal yang positif.” pungkas Sekda Sumbawa.(bgs)

Related posts

%d blogger menyukai ini: