SUARA SUMBAWA 

Kades Lunyuk Rea Dinilai Arogan kepada Warga

Sumbawa Besar, SR – Kepala Desa Lunyuk Rea Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa Rendra Saputra, dinilai bersikap arogan dalam menghadapi masyarakat yang melakukan klarifikasi terkait pergantian meter kwh listrik salah seorang warga setempat.

Seperti diceritakan, Bagus, menantu dari  menantu Ayudin warga Dusun Sukajaya, Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk,yang diundang secara lisan Kepala Desa Lunyuk Rea melalui staf desa. Bagus Setiabudi yang kebetulan berprofesi sebagai wartawan juga sekaligus menantu Ayudin mendatangi kantor desa pada Kamis (22/07/21) lalu.

Bagus mengatakan,  undangan tersebut hanya pemberitahuan bahwa ada perintah  dari desa dan kecamatan agar segera menghadap ke kantor desa. Sedangkan maksud dan tujuan pemanggilan tersebut tidak dijelaskan, begitu pula mengenai hal apa yang akan dibicarakan.

“Pertama saya masih belum paham kenapa saya dipanggil, kemudian saya teringat mungkin mengenai mertua saya yang mengeluhkan tentang pergantian meter listrik dari pasca bayar menjad pra bayar. Siang itu saya berangkat bersama dengan mertua saya, karena menurut saya yang berkepentingan adalah mertua,”tuturnya, kepada wartawan, pada Senin (02/08).

Bagus juga menjelaskan tentang pemanggilan tersebut mungkin akan memediasi atau menengahi antara mertua dan oknum petugas PLN  oleh pihak pemerintah desa Lunyuk Rea perihal pergantian meteran tanpa ijin, tetapi sewaktu mereka datang hanya Kades dan perangkat desa yang ada dalam ruangan tersebut.

Kemudian kata Bagus, dialog berlangsung, Ayudin sebagai pelanggan menjelaskan tentang sikap petugas yang mengganti meteran tanpa ijin terlebih dahulu, yang dinilai langgar SOP kepada kepala desa dengan tujuan agar sebagai petinggi tingkat desa mau menyampaikan atau menengahi permasalahan yang dialami oleh warganya.

“ Pak Ayudin menginginkan meteran dikembalikan seperti semula. Saya yang sebagai menantu waktu itu juga membantu Ayudin menjelaskan semua keluhan dari mertuanya tersebut, karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai menantu membantu serta mendampingi mertua yang sedang bisa dikatakan hanya sebagai masyarakat awam,” kata Bagus.  “Waktu itu saya sedang menambahkan penjelasan yang sudah dikatakan mertua saya, belum selesai bicara hanya beberapa kalimat, tiba-tiba kades berdiri dan berteriak menyuruh saya keluar dari ruangan tersebut,”sambung Bagus.

Melihat kades seperti itu dirinya langsung meminta maaf barangkali ada ucapan yang keluar ada yang menyinggung, tetapi kades tidak merespon ucapan maaf itu dan terus disuruh keluar dari ruangan.

Dari hasil vedio yang diamati  media Suara Rinjani, detik-detik terjadinya pengusiran warga oleh Kepala Desa Lunyuk Rea, Rendra Saputra pada saat itu mengatakan kepada Bagus. “Kalau anda punya itikad yang baik, jangan diplintir atau jangan didramatisir dan jangan dibawa-bawa keranah hukum dan sebagaiya. Kami sedang mendorong pembangunan desa ini,” tegas Rendra.

Kemudian terjadilah adu argumen antara Bagus dengan Rendra, seketika itu Kades Lunyuk Rea berdiri dan sambil  meminta Bagus keluar dari ruangan itu.

“Mas Bagus sekarang juga anda keluar dari ruangan saya! Kalau anda datang dengan itikad baik, membantu pemerintahan Desa Lunyuk Rea untuk mendorong pembangunan dan perbaikan tatanan kehidupan masyarakat Lunyuk Rea anda boleh berada disini. Tetapi kalau anda tidak ada itikad baik, lebih baik keluar. Saya memunyai kewenangan, keluar!,” bentak Rendra.

Bagus menyanyangkan sikap kades yang dinilai arogan, apalagi didepan warga beserta para perangkat desa. “Saya tanyakan langsung kepada kecamatan dan DPMD Sumbawa juga Ketua Komisi I DPRD Sumbawa sekaligus Pemda Sumbawa tentang sikap arogan yang ditunjukkan oleh kades tersebut,” tutup Bagus (sal)

Related posts

%d blogger menyukai ini: