SUARA KLU 

Pemkab KLU Paparkan Capaian 100 Hari Kerja

Lombok Utara, SR – Program 100 hari kerja kepala daerah sebagai bentuk komitmen awal pemerintah daerah dalam meletakkan konsep-konsep pembangunan suatu daerah lima tahun kedepan. Berhasil atau tidaknya program 100 hari kerja tersebut tidak bisa dijadikan indikator keberhasilan pembangunan daerah lima tahun kedepan
Dalam acara konfresi pers yang di inisiasi oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda KLU, bertempat di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu ( 30/06).
Hadir pada acara konfrensi Pers tersebut Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, Ketua DPRD, Kapolres Lotara, Dandim 1606/Mataram serta beberapa Kepala OPD.
Kegitan konfrensi pers yang di pndu langsung oleh Pj Sekda Drs. H. Raden Nurjati.Dlam pemaparannya Bupati H. Djohan Sjamsu menjelaskan bahwa program 100 hari kerja ini adalah sebagai pijakan awal untuk memulai goal goal besar yang harus di maksimalkan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan.
Dalam penjabaran program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati pasca pelantikan yang terangkum dalam kegiatan Memarak, Merikek, Pelayanan Prima dan Pariwisata KLU Bangkit.
Secara garis besarnya capaian 100 hari kerja ini dapat kami jelaskan adalah sebagai bentuk pengejawantahan untuk mewujudkan Visi dan Misi paket Joda Akbar yang disampaikan kepada publik saat kampanye untuk dibuktikan dalam kerja nyata saat ini kepada masyarakat dalam kurun waktu 5 tahun.
“Kedepan dan tentunya apa yang menjadi Visi dan Misi tersebut bisa kita wujudkan dengan kekompakan dan sinergitas yang baik dengan semua pihak terkait,” cetusnya.
Ditempat yang  sama, Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan lebih detail dan fokus menyampaikan terkait dengan persoalan bantuan RTG yang sampai saat masih belum selesai 100 persen.
Di sampaikan Wabup, terkait dengan lambannya penyelesaian persoalan RTG ini lebih dikarenakan oleh persoalan data yang amburadul yang tidak sesuai antara data yang di usulkan dengan kenyataan yang menerima dilapangan setelah dilakukan verifikasi dan Validasi Faktual terhadap 7.164 penerima bantuan RTG.
“Seperti syarat yang di minta oleh BNPB yakni untuk pengecekan BNBA seperti ketepatan sasaran, kesesuaian nama, NIK, KK dan lain sebagainya dan secepatnya akan di selesaikan oleh tim verifikasi dan validasi sehingga dana sebesar 117 Milyar bagi 5.995 masyarakat penerima yang masih terbelokir saat ini dapat di cairkan sebelum jatuh tempo pada bulan Agustus mendatang,” tutupnya. (zett)

Related posts

%d blogger menyukai ini: