SUARA PENDIDIKAN 

Enam Prodi Baru IAIH NW Lotim Divisitasi Kopertais XIV Mataram

Lombok Timur SR – Kopertais Wilayah XIV Mataram, melakukan Visitasi Lapangan di Institut Agama Islam Hamzanwadi NW, Lotim untuk pembukaan Program Studi (Prodi) baru, Sabtu (19/06).
Adapun prodi yang divisitasi ada 6 prodi yaitu Prodi Ilmu Al Quran dan Hadits, Manajemen Pendidikan Islam, Manajemen Dakwah, Ekonomi Islam, Bimbingan dan Konsling Islam, dan Prodi Sosiologi Dakwah.
Dalam pengantarnya, Rektor IAI Hamzanwadi NW Lotim yang diwakili Wakil Rektor I H Azharullail, M.Pd.I., mengungkapkan alasan pembukaan prodi-prodi ini sebagai jawaban sari tuntutan untuk menuju transformasi ke universitas. Disamping itu juga tuntutan dari masyarakat akan kebutuhan pendidikan tinggi yang dibutuhkan dan berkembang dewasa ini.
“Tuntutan peminat dan zaman harus kita jawab, sehingga perlu peningkatan status perguruan tinggi dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi khsususnya di IAI Hamzanwadi NW Lotim ini,” ungkapnya.
Dalam pengarahannya, Sekretaris Kopertais XIV Mataram, Dr Nazar Naamy menegaskan bahwa dalam pengembangan perguruan tinggi harus dilakukan dengan serius dn manajemen modern. Syarat migrasi ke universitas harus memenuhi tenaga dosen yang berNIDN, Jabfung, Kepangkatan Dosen SDM, Kelembagaan dan sarana maupun prasarana.
“Oleh sebab itu, mulai dari sekarang semua yang ada di IAIH NW Lotim ini bekerja dengan keras untuk meningkatkan kualitas kampusnya,” pinta Nazar.
Kata Nazar, soal pengeluaran rekomendasi pembukaan prodi dn pendirian PT baru gampang kalau di lapngan para pengelola PT itu serius mengelola perguran tinggi tersebut.
“Harus mulai berbenah kalau mau bertransformasi ke lebih tinggi.
Tidak bisa mengelola PT itu dengan sistem tradisional tapi harus secara modren dan kerja extra,” tandasnya.
Ia menambahkan adapun lembaga-lembaga penopang perguruan tinggi seperti LPM dan LP2M harus diberdayakan dengan maksimal.
“Sebab, jantung dari mutu pendidikan sebuah perguruan tinggi itu ada di LPM dan LP2M. LPM itu selevel dengan dengan jabatan Dekan dan Wakil Rektor,” jelasnya.
Jadi, kata Nazar, jaminan mutu prodi itu berada di bawah kendali LPM. Ini yg harus dibaca ulang supaya tahu tufoksi masing-masing.
“Harusnya, kalau rendah hasil akreditasi prodi, LPM itu harus paling risau. Maka keberadaan LPM dan LP2M harus diperhatikan dengan serius,” pungkasnya. (*)

Related posts

%d blogger menyukai ini: