HUKRIM 

Pasarkan Kosmetik Kecantikan Diduga Illegal, RDA Ditangkap Polisi

Mataram SR – Nasib naas harus diterima RDA, perempuan warga Baretais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram ini, pasalnya niat untuk berusaha dan berbisnis kosmetik yang terhitung baru dirintis nya harus terhenti dan terpaksa berurusan dengan pihak yang berwajib.

Dalam jumpa pers, Kapolresta Mataram Kombespol Heri Wahyudi SIK, didampingi Kasat Reskrim  Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST SIK, dan Kasubag Humas Iptu Erni Anggraeni SH, menjelaskan bahwa RDA ini terpaksa kami amankan karena tidak bisa menunjukkan legalitas dari usaha ataupun bisnisnya ini, baik dari ijin usahanya, maupun ijin produk dari barang-barang kosmetik yang dijualnya.

“Produk kosmetik yang dijual ini tidak dilengkapi ijin edar dari BBPOM, juga tentang ijin usahanya yang tidak ada,” ujar Heri, Selasa (15/06).

Menurut Heri barang-barang kosmetik kecantikan yang dijual RDA ini adalah berupa body lotion, toner badan dan sabun badan yang di pasarkan melalui media sosial seperti Facebook, instagram dan Whatsapp.

“Cara mendapatkan barang tersebut, RDA mengorder keluar daerah tepatnya di pulau Jawa,”jelasnya.

Menurut pengakuan pelaku kata Kapolres, awal mula barang ini dicoba beberapa kali oleh pelaku sebelum ahirnya dipasarkan. Karena ada sedikit pengaruh bahwa dengan pelaku menggunakan barang tersebut kulitnya tambah bersih dan cerah sehingga ahirnya pelaku mencoba memasarkan via medsos dan ahirnya punya pelanggan. “Dengan demikian pelaku RDA mulai mengorder secara rutin ke distributor di pulau Jawa dengan menggunakan salah satu jasa pengiriman,”ungkap Kapolresta.

Selanjutnya, berdasarkan laporan polisi dan perintah penyidikan tertanggal 20/03/2021 maka, jajaran Polresta Mataram melalui Satreskrim langsung mengadakan penyelidikan sehingga ahirnya berhasil mengamankan pelaku RDA di lokasi TKP jalan Ahmad Yani Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan antara lain 18 botol HB super klobe night fikadewy skincare lombok warna putih, 14 botol toner badan fikadewy skincare lombok, 19 botol HB super klobe day fikadewy skincare lombok warna putih, 15 botol sabun badan warna putih tanpa label, 15 botol  HB skin glaw night fikadewy skincare lombok warna ungu, 17 HB skin glow day fikadewy skincare lombok warna ungu, 5 botol toner badan warna ungu tanpa label, 6 bandel stiker merk fikadewy skincare lombok, 1 buah buku tabungan BCA, 1 unit HP, 1 akun facebook, 1 akun instagram dan 2 buah buku rekening atas nama pelaku RDA.

“Berdasarkan kasus ini menurut  undang-undang yang berlaku pelaku akan di jerat dengan pasal 196 junto 98 ayat 2 dan 3, atau pasal 197 junto 106 ayat 1 dan 2 UU 11 tahun 2020 tentang perubahan UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan/atau pasal 62 ayat 1 junto 8 ayat 1 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda 2 miliar rupiah,”tutup Heri. (Put)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: