HUKRIM 

Oknum Dewan Lotim Dilaporkan ke Polda NTB

Mataram SR – Sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Lombok Timur memasukkan laporan pengaduan ke Kepolisian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Polda NTB), pada Senin (31/05) lalu. Laporan tersebut terkait adanya indikasi pemalsuan tanda tangan dan penyelewengan bantuan keuangan partai politik tahun anggaran 2020.

Laporan pengaduan tersebut disampaikan langsung ke Polda NTB dan diterima langsung oleh petugas di Polda NTB bagian Reserse dan Krimanal Umum (31/5).

Salah satu perwakilan pelapor, Muhammad Marwan usai menyerahkan laporannya di Polda NTB menyampaikan laporan indikasi pemalsuan tanda tangan dan penyelewengan bantuan keuangan partai ini dilakukan oleh oknum anggota dewan Lotim inisial AL.

“Tanda tangan saya dipalsukan dan uang yang saya terima tidak sesuai dengan laporan. Saya sangat keberatan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Anggota Dewan Mustasyar PKB Lotim, Haji Murjoko ikut berkomentar adanya laporan yang berkembang di Polda NTB. Ia berharap pihak Polda NTB secepatnya melakukan pemanggilan kepada pihak terkait untuk menindakanjuti laporan kami.

“Biar semua masalah jelas, jalur hukum sudah tepat dipakai sama pelapor,” ungkapnya

Saat dikonfirmasi di tempat yang berbeda Ketua DPAC Kec. Jerowaru, Saipul Basri membenarkan adanya laporan ke Polda NTB terkait dugaan pemalsuan tanda tangan.

“Ya, saya ikut melaporkan kasus itu. Saya juga tuntut secara hukum,” tegas Seapul, yang juga sebagai Ketua Koordinator Pelapor.

Pengakuan Ketua DPAC Labuhan Haji, Hamdan  yang juga sebagai pihak pelapor memberikan penjelasan bahwa laporan yang kami sampaikan ini untuk kebaikan partai ke depan, bykan ada tendensi lain. Apalagi berkaitan soal dendam politik.

“Ini murni demi kebaikan partai ke depannya,”ucapnya.

Ketua DPC PKB Lotim, Abror Lutif, saat dikonfirmasi, via teleponnya, menanggapi santai soal adanya laporan beberapa DPAC PKB ke Polda NTB. “Soal (laporan) ini kemaren malam saya tahu, dan saya kira ini karena kita mau Muscab PKB pada 11 Juni ini. Ada upaya oknum yang tidak senang dengan keutuhan PKB dan sengaja membuat kegaduhan, agar terkesan  ada masalah besar di tubuh PKB,” tegasnya, Kamis (03/06).

Menurut Abror, apa yang dilaporkan ke Polda itu lebih kental nilai politisnya dan tidak murni soal hukum. Sebab, sebentar lagi PKB Lotim akan Muscab. Jadi indikasi ke politis itu tinggi untuk membuat kegaduhan internal.

“Jika dituduhkan memalsukan tanda tangan. Saya bertanya balik tanda tangan apa? Tanda tangan siapa. Sampai hari ini saya tidak tahu karena juga belum dipanggil pihak penyidik. Sebenarnya keadaan ini dipicu hanya 2 DPAC saja, sementara kita punya 19 DPAC yang solid,”tandasnya. (sr)

Related posts

%d blogger menyukai ini: