SUARA SUMBAWA 

Kadishub Lotim : Tarif Pakir akan Kita Naikan Lagi

Lombok Timur, SR – Tarif  parkir menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kab. Lombok Timur saat ini. Kepala Dinas Perhubungan Lotim, Purnama Hadi menyampaikan kedepan tarif parkir akan dinaikkan kembali mengikuti nilai tukar mata uang. Peraturan Daerah (Perda) yang  lama akan dirubah dan dilakukan penyesuaian.
“Tarif awal yang Rp 1.000 untuk roda dua dan Rp 2.000 untuk roda 4 akan di naikkan menjadi Rp 2.000 untuk roda dua dan Rp 4.000 untuk roda 4,” katanya kepada Suara Rinjani, saat ditemuai di ruang kerjanya, Rabu (19/05).
Katanya, mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) nomor 11 dan 12  tahun 2010 Tentang  Parkir, baik di tepi jalan umum dan parkir di tepi jalan khusus, tarif parkir di pusat pertokoan dan semua obyek wisata adalah sama. Jika ada pungutan tarip diluar nilai nominal yang telah ditetapkan, pihaknya berharap kepada  masyarakat agar mau melapor.
“Namun tentunya dalam setiap pelaporan harus di sertai bukti yang kuat,”imbuhnya.

Ni sur la quantité qu’une personne doit prendre pour voir une amélioration de l’impuissance, la gelée orale Sildenafil fonctionne en retenant la protéine PDE5 qui se trouve dans la matière du pénis, en ce qui concerne les hommes. Dans certains cas, peut causer des dommages durables physique, si les médicaments par voie orale sont infructueuses. Kamagra est un médicament soluble et https://pilules-shoppharmacie.com/ les inhibiteurs de l’éjaculation du produit inhibent les causes musculaires en dépit de ces maladies.

Dijelaskannya terkait penertiban areal parkir, pihaknya belum sepenuhnya menanganinya. Mengingat, ada beberapa obyek yang lahan parkirnya  masih ditangani oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Seperti retribusi parkir di pasar yang masih di kelola oleh Dinas Perdagangan.

:Begitu pula dengan  beberapa destinasi wisata yang pengelolaan lahan parkirnya masih di bawah kendali Dinas Pariwisata,”kata Hadi.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dengan harapan di tahun 2022 mendatang semua retribusi parkir akan melalui satu pintu yaitu melalui Dinas Perhubungan Kab. Lombok Timur.
“Kita sudah melakukan koordinasi dengan OPD terkait, inshaAllah kedepan semua lahan parkir akan ditangani secara khusus oleh Dinas Perhubungan” terangnya.
Upaya tersebut dilakukan agar tidak ada tumpang tindih sistem kelolala lahan parkir   antara OPD  yang satu dengan OPD yang lainnya.
Untuk lahan parkir milik Pemerintah Daerah rincian retribusi yang masuk adalah  40% upah pungut dan 60% milik Pemerintah Daerah. Sementara, bagi para pemilik toko atau swalayan besar dengan lahan parkir pribadi kebanyakan masih bertahan.
“Namun dari informasi yang diperoleh Dinas Perhubungan, merekapun ada iuran mingguan yang tetap disetor langsung ke pihak bendahara di Pemerintah Daerah,”jelasnya.
Ditambahkan, mengingat kondisi ekonomi dimasa Pandemi (Covid-19) yang masih belum stabil, kontribusi ke Pemerintah Daerah pun menurun drastis. Mengingat semua obyek wisata masih sepi pengunjung.
Terkait adanya indikasi pungutan liar bagi para tukang parkir yang tidak memiliki izin, pihaknya masih menunggu pelaporan dari masyarakat untuk kemudian dilakukan tindakan dan penertiban. “Saya belum menemukan, tapi kalau ada pasti kami akan tindak lanjuti” tegasnya.
Sesuai prosedur yang telah di tetapkan, nantinya akan ada teguran dari Dinas Perhubungan baik secara lisan maupun tertulis. “Jika tidak diindahkan, akan diteruskan kepada pihak kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti,”pungkasnya. (Yat)

Related posts

Leave a Comment

Or

%d blogger menyukai ini: