SUARA SUMBAWA 

Pelaksanaan KIIP 2021, Camat Lunyuk Ditunjuk Bappeda Sebagai Inovator Kecamatan dan Desa

Sumbawa Besar SR – Pelaksanaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIIP) yang diadakan Kemenpan RB RI di beberapa Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dilaksanakan pada Mei ini.

Camat Lunyuk, Iwan Sofyan mengatakan, Badan Perencanaan Peraturan Daerah (Bappeda) selaku Lading sektor dari Inovasi. Maka Bappeda membentuk Tim Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kabupaten Sumbawa.

“Dalam hal ini, saya ditugaskan sebagai selaku inovator untuk mengukur sejauh mana dampak dari replikasi ini, baik di level Kecamatan maupun Desa. Dan surat keputusan (SK) nya sudah terbentuk. Kemudian dari Timnya baru turun di 4 Kecamatan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya Sumbawa Besar, Selasa (28/04) lalu.

Sedangkan, lanjutnya, masih menyisakan 18 Kecamatan untuk segera dikunjungi sesuai dengan target tanggal 8 Mei 2021 berhubung untuk final pendaftaran terakhir kompetisi pada 11 Mei 2021.

“Harapannya mudah mudahan berbuah kebaikan bagi tolak ukur penyelenggaraan pemerintahan kita dalam pemberdayaan,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, Kemenpan RB RI mempersiapkan pelaksanaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021. Kompetisi ini, hanya dikhususkan bagi para inovator- inovator yang sudah masuk ke dalam top 45, top 40, top 10, dan top 5 dari tahun 2017 sampai 2020.

“Ada 49 inovator yang masuk dalam kategori tersebut, termasuk salah satunya pariwisi Desa Lantung yang sudah menjadi miliknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa dan juga Kabupaten Bima yang mewakili Provinsi,” tukasnya.

Diuraikannya, jadi disini ada 2 inovator, cuma saat ini inovasinya tidak lagi berbasis Kecamatan Lantung saja, tapi sudah berbasis Kabupaten. “Inovasi ini salah satu syarat untuk mendapatkan DID (Dana Insentif Daerah) selain dari 8 indikator lainya,” ungkapnya.

“Sehingga di tahun ini, kita akan mempersiapkan kegiatan evaluasi karena pariwisata Desa yang sudah direplikasi di seluruh wilayah baik Kecamatan ataupun Desa,” sambungnya.

Diakuinya, termasuk salah satunya Kecamatan Lunyuk yang nantinya, penerapan untuk seluruh Desanya, baik sebelum dan sesudah direplikasikan itu akan di ukur perubahannya, baik secara kuantitatif dan kualitatif yang Insha Allah itu akan dilaksanakan di pertengahan bulan Mei 2021 mendatang. “Dan yang paling penting adalah dukungan kita dari teman-teman Media,” pintanya.

Menurutnya, melalui media, kita bisa menyampaikan adanya perubahan untuk kemudian disampaikan ke masyarakat tentang kondisi fisik seperti Jalan, Jembatan, Tebing yang sudah di proses. Mulai dari perencanaannya secara teknokrat.

“Untuk itu, peran media sangat dibutuhkan dalam rangka perjuangan kita bersama selama ini. Sehingga apa yang dihajatkan masyarakat Lunyuk bisa terfasilitasi dengan jalurnya,” terangnya.

Selain mengutamakan jalur teknokrat yang sudah ada, dibeberkannya, upaya lain pun bisa dilakukan melalui peran inovasi.

“Dengan semakin tingginya capaian inovasi suatu wilayah. Maka akan jadi tugas untuk mendongkrak percepatan pengembangan pembangunan ke depannya,” Pungkasnya. (jon/bgs)

Related posts

%d blogger menyukai ini: