SUARA LOBAR 

Diduga Ilegal, Dua Obyek Galian C Di Gapuk Gerung Ditutup Paksa

Lombok Barat SR – Dua obyek galian C di Desa Gapuk di Kecamatan Gerung Lombok Barat, ditutup paksa Tim Pemda Lombok Barat. Tim terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Kecamatan dan pihak Desa tersebut, sekaligus menindaklanjuti
Galian C yang diduga ilegal ini lantaran dikeluhkan warga setempat.
Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lobar, Lale Widyani, mengatakan penutupan Galian C dilakukan sekitar pukul 11.00 bersama teman tim pol PP kecamatan dan desa.
“Kami lakukan penutupan dua lokasi galian C di Desa Gapuk, kami tindaklanjuti aduan masyarakat soal aktivitas galian C ini,”katanya, di ruang kerja Selasa (27/04).
Dikatakan banyak sekali keluhan dan aduan warga yang masuk ke dinas terkait aktivitas Galian C tersebut. Mulai dari masyarakat, lembaga dan pihak terkait. Galian C ini diduga tak berizin sehingga tim mengambil langkah tegas.
Pihak desa pun belum menginformasikan secara jelas soal izin galian C ini. Akan tetapi pihaknya tetap melakukan tindakan menutup sementara lokasi ini, sampai pengelola menunjukkan izin yang dimiliki. Diakui aktivitas pengangkutan material galian C ini diduga memicu kerusakan jalan sehingga dikeluhkan warga. Karena di daerah itu ada sejumlah aktivitas galian C. Salah satunya galian C yang memiliki hubungan keluarga kades setempat. Akan tetapi dari izin sudah ada.
“Sedangkan dua titik galian C tidak ada izinnya. Karena itu dua titik ini kita tertibkan,” jelas dia.
Selain menangani Galian C, pihaknya juga menangani keluhan warga soal kabut (asap) yang ditimbulkan dari pembuatan arang batok kalapa di desa Bengkaung. Pasalnya imbas dari asap itu sampai menyasar desa lain sehingga dikeluhkan warga. Bahkan pihak desa setempat dipanggil oleh kepala DLH Lobar. Menindaklanjuti itu, penanganan akan dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (perindag).
“Itu tengah dikoordinasikan dengan Disperindag seperti apa penanganannya,” tutupnya. (W@N)

Related posts

%d blogger menyukai ini: