Peringatan Isro’ Mi’roj mendukung Terwujudnya Visi Lombok Timur

Peringatan Isro’ Mi’roj mendukung  Terwujudnya Visi Lombok Timur

Lombok Timur SR – Setiap tahun diperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peringatan Isra’ Mi’raj tingkat Kabupaten Lombok Timur tahun ini berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diselenggarakan di Ibukota Kabupaten namun kali ini diselenggarakan di Kacamatan Aikmel. Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui PHBI  Kabupaten, tidak lain sebagai upaya lebih mendekatkan silaturrahim dengan seluruh komponen masyarakat. Tidak ada kaitan politik. Melalui  peringatan Isra’ Mi’raj termasuk pelaksanaan kegiatan keagamaan lainnya seperti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kabupaten Lombok Timur yang akan diselenggarakan di Kecamatan Aikmel tanggal 16-22 April merupakan salah satu upaya untuk memperluas syi’ar Islam.

Hal ini disampaikan Pjs. Bupati Lombok Timur H.Ahsanul Halik dalam pidato sambutannya pada acara Peringatan Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Lombok Timur yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Al Mujahidin Aikmel Kecamatan Aikmel  Kamis malam ( 12/4 ).

Ahsanul juga menjelaskan Peristiwa Isra’ Mi’raj sarat dengan berbagai makna, berbagai bentuk pengalaman yang dialami Nabi Muhammad SAW selama perjalanan itu dimaksudkan oleh Allah SWT untuk memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagian dari tanda-tanda kebesaranNya.

Di antara hikmah tersebut adalah perintah Shalat 5 waktu untuk disampaikan kepada umatnya.

Shalat 5 waktu sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT tidak hanya mengandung nilai individual tetapi juga nilai-nilai sosial. Orang yang mendirikan shalat  tentu dia juga menunaikan zakat. Sudah seharusnya melaksanakan ibadah shalat sebagai kesholehan individual diimplementasikan dengan kepedulian pada sesama seperti menunaikan zakat, berinfaq dan bersedekah sebagai wujud kesholehan sosial. Inilah makna dari keseimbangan.  Seperti  Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 43 “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’ “.

Berkaitan dengan ini, Isra’ mi’raj dapat pula dimaknai sebagai gerak dan keseimbangan. Suatu perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Dari masjidil haram di Mekkah ke masjidil Aqsha di Palestina dan diperjalankan “naik” ke Sidratul Muntaha hingga ke Mustawa.   Implementasi hikmah tersebut dalam kehidupan kita dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan dengan menjaga keseimbangan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan diantaranya pembangunan infrastruktur berupa rehabilitasi/ pemeliharaan jalan dan jembatan , pembangunan pasar, puskesmas, gedung sekolah  dan lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Berbagai langkah dan program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah  tersebut sudah nampak menghasilkan kemajuan diantaranya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur. Dari data yang ada, pada tahun 2015 angka kemiskinan  sekitar 19,14% menurun pada tahun 2016 menjadi 18,46%.

Untuk lebih mendekatkan dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, telah diresmikan Kecamatan Lenek yang sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Aikmel. Dari 24 Desa yang ada di Kecamatan Aikmel, 10 Desa diantaranya sudah resmi menjadi wilayah Desa Kecamatan Lenek. Dengan demikian Lombok Timur  memiliki 21 Kecamatan.

Berbagai program tersebut tidak dapat berjalan baik tanpa adanya keseimbangan. Maka mengokohkan persatuan dan kesatuan, memperkuat persaudaraan dan toleransi menjadi penting. Terlebih lagi dalam tahun politik ini, jelang Pilkada serentak Gubernur dan wakil Gubernur NTB, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, persaudaraan jangan sampai retak dan terpecah belah karena perbedaan pilihan dan dukungan. “Berbeda pilihan itu adalah hal yang biasa, namun menjaga persaudaraan itu luar biasa”, ungkap Ahsanul yang juga selalu menyampaikan pesan ini dalam berbagai kesempatan pertemuan termasuk pada kegiatan Silaturrahim Jumat Barokah ( Sijumrah).

Di akhir sambutannya, Pjs.Bupati menyampaikan harapan agar dengan peringatan Isra’ Mi’raj ini akan menyegarkan kembali kesadaran bersama untuk membangun diri dan masyarakat sehingga dapat berhasil mewujudkan visi Lombok Timur  yakni “Mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang adil, sejahtera lahir dan bathin dalam bingkai persatuan dan kesatuan dilandasi iman dan taqwa”.

Acara ini dihadiri oleh Unsur Forkopimda, pejabat Eselon 2 dan 3 , para camat, kades/lurah selotim, para toga toma dan undangan lainnya.(fen)

Share this post