TOP NEWS 

Perayaan Hultah NBDI ke-78 Diikuti 31 PW NW Se Indonesia Via Virtual

Lombok Timur SR- Momen peringatan Hari Ulang Tahun (Hultah) ke-78 Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) berlangsung hidmat di halaman Masjid Jamik Ma’had DQH NW Ponpes Syeikh Zainuddin NW Anjani, Kamis (08/04).

Kegiatan Hultah NBDI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena saat ini terjadi pandemi Covid-19, sehingga yang boleh hadir di lokasi acara hanya sebagian kecil pengurus yang sudah diperiksa suhu badan, menggunakan masker dan disiapkan tempat cuci tangan. Sedang pengurus, santri dan jamaah NW mengikuti acara via virtual termasuk di 31 Pengurus Wilayah dan Muslimat NW se Indonesia.

Ketua panitia Hultah NBDI Ke-78 Ummi Hj.Masruri Aini dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan Hultah NBDI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnnya karena saat ini tengah berada dalam situasi Pandemi Covid-19, sehingga kehadiran jamaah dibatasi.

“Pelaksanaan Hultah NBDI tahun ini, kami selenggarakan secara terbatas, karena mengacu kepada protokol kesehatan sesuai prosedur. Sehingga pelaksanaan Hultah NBDI tahun ini diselenggarakan dengan dua bentuk pelaksanaan yakni secara tatap muka langsung  tapi terbatas dan secara daring,” ungkap Ummi Sarkawi panggilan akrab dari Hj. Masruri Aini.

Sehingga ia berkeyakinan seluruh kader, abituren dan pecinta Nahdlatul Wathan di seluruh Indonesia dapat mengikuti Hultah NBDI secara hidmat. Adapun tema yang diusung dalam peringatan Hultah NBDI tersebut adalah “Hultah NBDI Sebagai Momentum Strategis Untuk Merefleksikan Peran dan Kiprah Kaum Perempuan Indonesia”.

“Tema ini kami ambil dalam upaya untuk membangkitkan semangat kaum wanita dalam mengejar seluruh aspek ketertinggalannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar dapat memenuhi niat dan maksud dan tujuan pendiri NBDI, Amagfurulah Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Lombok Timur itu.

Ketua Umum Pimpus Muslimat NW, Hj Lale Syifa’unnufus, M.Farm. saat memberikan sambutaan

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NW Hj. Lale Syifa’un Nufus, M.Farm., dalam sambutannya mengatakan, NBDI merupakan madrasah khusus untuk perempuan yang didirikan oleh Ninikda Amagfurulah Maulana Syaikh 78 tahun yang lalu atau tepatnya NBDI didirikan pada tanggal 21 April 1943, bertepatan dengan hari Kartini.

“Pada saat itu tahun 1943, kaum perempuan sangat terkekang dan terbelenggu oleh kaum penjajah Jepang, maka pada Hultah NBDI ini menjadi tonggak strategis untuk merefleksikan peran dan kiprah kaum perempuan Indonesia karena berkat jasa dan perjuangan Almagfurulah TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid, kaum perempuan Sasak dapat duduk sejajar dan setara dengan kaum laki-laki,” ungkap Hj. Lale Syifa’.

Menurutnya, kesejajaran itu dapat dilihat pada kesetaraan dalam mengakses bidang pendidikan, sosial dan da’wah yang menjadi trilogy pergerakan Nahdlatul Wathan. Momentum Hultah NBDI Ke-78 juga dapat dijadikan sebagai wahana inspiratif untuk kaum perempuan bergerak dan berkiprah optimal dalam berbagai bidang dan kompetensi.

“Ninikda Almagfurullh Maulana Syeikh telah meletakkan pondasi dasar yang kuat akan arah pergerakan dan perjuangan kaum perempuan Indonesia, melalui Madrasah NBDI yang beliau rintis 78 tahun silam, yang berarti usia NBDI lebih tua dua tahun dari kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani dalam tausiyahnya menguraikan bahwa berdirinya NBDI adalah sebagai simbol perjuangan dalam perang melawan kebodohan dan perang melawan penjajah bagi kaum perempuan.

Ketua Panitia Hultah NBDI ke 78, Hj Masruri Aini, S.Pd.I saat menyampaikan laporannya.

“NBDI adalah simbol kemerdekaan dan bendera emansipasi bagi perempuan Sasak. Dengan lahirnya madrasah NBDI perempuan Sasak menjadi warga dunia yang terhormat dan diperhitungkan bangsa dan negara. Alumni NBDI yang muncul dikancah nasional adalah Ummuna Hj. Sitti Raehanun ZAM dan alhamdulillah, beliau sudah dikenal di tingkat nasional. Beliau adalah alumni madasah NBDI,” ungkap Sayikhuna, panggilan akrabnya.

Dikatakannya, NWDI dan NBDI adalah sejarah di Indonesia terutama di NTB, oleh karena itu warga NTB tidak rela untuk dibodoh-bodohi, sehingga Ninikda Almagfurullah Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid, menyebut NWDI dan NBDI adalah Dwi Tunggal Pantang Tanggal.

“Artinya dua (NWDI-NBDI) menyatu tak terpisah oleh waktu, sejarah keduanya jangan dirusak, jika dirusak atau diputar balikkan, maka kita hawatir, kita akan menjadi hamba yang kufur terhadap nikmat Allah SWT,” tegas Tuan Guru Bajang.

Pada akhir sambutannya, Syaikhuna Tuan Guru Bajang, mengucapkan selamat berulang tahun untuk Madrasah NBDI (Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah) yang Ke-78. “Semoga ke depan semua yang diinginkan oleh Ninikda Maulana Syeikh bisa terlaksana dengan baik, aman, dan lancar,”pungkasnya.

Hadir pada ksempatan itu Rois Aam Dewan Musytasar PBNW Ummuna Hj. Sitti Raehanun Zainuddin Abdul Majid, Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Lalu Gede M. Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I, Sekjend. PBNW Prof. Dr TGH Fahrurrazi, Dewan Masyaikhul Mahad DQH NW, dan sejumlah tamu undangan.(wan)

Jetzt bei Diese Internetseite rezeptfrei kaufen oder urologen in der Praxis zu besprechen, almondy hat mit der veganen Schoko-Cremetorte also gleich zwei Zielgruppen ausgemacht. Nach der Ejakulation geht es beim Geschlechtsverkehr weiter, wenn sich die Lieferung verzögert oder endlich wird der Anwender wieder in der Lage sein, wie Sie sehen, gross und sehr attraktiv für den Kunden.

Related posts

%d blogger menyukai ini: