SUARA LOTIM 

Hanya Utus Stafsus Di Acara NBDI, Gubernur NTB Dinilai Acuhkan Keberadaan Perempuan

 

Lombok Timur SR – Seringnya absen mengikuti kegaiatan besar organisasi NW oleh Gubernur NTB, Dr. Dzulkiflimasyah, membuat gerah organisasi sayap NW. Salah satunya Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) Provinsi NTB.
Ketua PW Himmah NW NTB Salman Sopian, meminta Ketua Umum PBNW untuk berhenti mengundang kepala daerah khususnya Gubernur NTB dalam acara-acara yang dilakasanakan NW.
“Kayaknya Gubernur NTB ini kurang respek pada acara ormas yang punya jasa besar bagi kemajuan NTB. Organisasi NW kan didirikan Pahlawan Nasional. Ya tolong hargailah pendirinya,” tandasnya, usai menghadiri Hultah NBDI ke 78 di Anjani, Kamis (08/04).
Menurut Salman, acara Hultah NBDI ini adalah acara sakral organisasi NW karena lahirnya madrasah atau sekolah perempuan pertama di NTB.Harusnya Gubernur bisa melihat kelahiran NBDI sebagai hal yang sangat istimewa sebagai tonggak kemajuan kaum wanita NTB.
“Alih-alih mau menghargai undangan Pimpus Muslimat NW, atau memberikan ucapan selamat, malah dia mengutus hanya seorang staf khusus ke acara yang begitu besar. Saat disebut MC sambutan Gubernur, tiba-tiba naik di podium Staf Khsusus yang belakangan bernama Dedy. Ini sangat menyakitkan dan meremehkan sekali, “tegasnya.
HIMMAH NW meminta PBNW untuk berhenti mengundang kepala daerah yang tidak mau menghargai undangan organisasi NW.
“Toh juga tidak menghargai penghormatan yang kita berikan, ngapain kita undang-undang lagi kalau setiap diundang diwakilkan terus. Mending yang mewakilnya layak, tapi ini malah seorang Stafsus Non ASN dari PKS yang disuruh datang, memalukan,”

Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah, saat dikonfirmasi melalui handponenya terkait kehadiran Staf Khusus Gubermur, mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengutus staf, melainkan Sekrekatris Daerah yang diutus hadiri acara Hultah NBDI.

“Saya nggak ada utus stafsus. Saya wakilkan ke pak Sekda,” jawabnya singkat. (Sr)

Related posts