SUARA LOTIM 

Soal Ijin Ritel Modern, Bupati dengan Kadis PMPTSP Tidak Satu Suara

Lombok Timur SR- Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) Lotim tidak pernah memberikan ijin ritel modern di setiap kecamatan lebih dari satu. Bupati akan menyelidiki dan jika terjadi penyimpangan akan segera ditutup.

“Setiap kecamatan itu diberikan satu. Satu untuk Alfamart, satu untuk Indomaret. Hanya itu sekarang, setelahnya tidak ada lagi,” kata Bupati pada wartawan di Kantor Bupati Lotim, Kamis (01/04) lalu.

Terkait menjamurnya pembangunan ritel modern pada 2020, Bupati selama periode jabatannya hanya mengeluarkan satu ijin di tiap-tiap kecamatan. Namun faktanya, di lapangan ditemukan lebih dari 2 sampai 4 ritel modern.

“Nanti saya cek di PMPTSP seberapa banyak ijin yang sudah diberikan lalu kami sisir di lapangan. Kalau tidak ada ijin kami tutup,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Lotim Muksin saat dikonfirmasi Senin (5/4) menjelaskan, ritel modern yang didirikan lebih dari satu di suatu kecamatan semata untuk menunjang atau meramaikan konsep pariwisata. Mengingat, kata dia, Lotim merupakan daerah pariwisata yang membutuhkan tempat jual beli yang terkesan lebih modern.

“Paling untuk meramaikan konsep pariwisata daerah kita. Daerah kita ini kan daerah pariwisata,” jelasnya.

Adapun ritel modern yang sudah menyasar masuk ke desa-desa, kata dia, harus tetap mengedepankan kearifan lokal. Semisal merekrut tenaga kerja lokal untuk dipekerjakan dan mau menerima produk IKM dan UKM untuk diperjualbelikan di ritel modern. Namun, ia juga tidak mengharapkan ritel modern terlalu masuk ke desa karena menurutnya, dapat mematikan industri kecil.

“Ritel modern ini harus tetap mengedepankan kearifan lokal dengan merekrut masyarakat sekitar untuk dipekerjakan, tetapi juga jangan terlalu masuk ke desa karena dapat mematikan industri kecil,” pungkasnya. (wan)

 

Related posts