Sekretaris Komisi III DPRD Sumbawa Soroti Pembangunan Pasar Seketeng

Sekretaris Komisi III DPRD Sumbawa Soroti Pembangunan Pasar Seketeng

Sumbawa Besar SR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sumbawa turut menyoroti pembangunan pasar Seketeng yang menelan anggaran lebih kurang sebesar Rp 78 Miliar. Pasalnya dari lapak yang ada di dalam pasar tersebut baru saja dibangun tergenang air.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumbawa Edy Syarifuddin menyatakan, pembangunan Pasar Seketeng selama tahun 2020 – 2021 pada waktu itu, Komisi III bersama Komisi II DPRD Sumbawa pernah dua kali kunjungan ke lapangan.

“Sebab kalau musim hujan itu iya, kalau hujannya besar kan lebih besar air yang masuk dari pada yang terbuang. Jadi otomatis akan menyebabkan terjadinya genangan,” kata Edy saat dikonfirmasi langsung Suara Rinjani Via Whatsapp Jum’at (26/03).

Edy menambahkan, pada waktu itu kita kritisi salah satu lokal bangunan yang berada di tengah yang rencananya akan diperuntukkan untuk tempat penjualan daging.

“Saya sampaikan pada waktu itu, saya ada khawatiran jangan sampai bangunan ini menjadi gagal fungsi,”urainya. “Kenapa saya katakan demikian, karena di sampingnya terbuka kemudian juga pondasinya terlalu rendah. Kalau pondasi rendah, maka otomatis air itu tidak terbuang dengan sendirinya. Jadi perlu dibuatkan saluran khusus,” sambungnya.

Diakuinya, ia meragukan tenaga ahli bangunan Gedung Kabupaten Sumbawa atas kelayakan Pasar Seketeng yang secara teknis salah satu lokal yang berada di tengah itu, belum dipakai sudah digenangi air.

“Tadi kan saya melihat langsung digenangi air. Ini belum dipakai iya, saya khawatir ini nanti sudah dipakai. Lalu siapa yang bertanggung jawab terhadap persoalan ini,” tandasnya.

Lanjutnya, bagaimana mau membuat pedagang itu nyaman, aman di dalamnya, kalau musim hujan itu terkena hujan.

“Jadi otomatis di situ, mereka tidak akan betah, tidak nyaman untuk berjualan,” tukasnya.

Saya berharap kepada instansi terkait untuk meninjau kembali secara tekhnis soal kelayakannya. Sementara bangunan pasar ini, belum dipergunakan, jangan sampai nanti bangunan itu gagal fungsi,” pungkasnya. (bgs)

 

Share this post