SUARA SUMBAWA 

Ketua Katokal Peduli Prihatin Minim TPQ di Kelurahan Uma Sima

Sumbawa Besar, SR – Berseliwerannya anak-anak mencari tempat mengaji di sekitar Kampung Irian Kelurahan Uma Sima Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa menjadi perhatian Organisasi Katokal Peduli.

Ketua Katokal Peduli Joni Irawan, S.Pd, mengaku merasa prihatin atas kondisi kurangnya tempat Taman Pengajian Al-Qur’an (TPQ) yang ada di sekitar kampungnya. Pasalnya, jumlah peserta anak didik yang mengaji dibandingkan dengan jumlah tempat TPQ yang ada tidak cukup memadai untuk menampung anak-anak belajar mengaji.

“Seharusnya oleh pemerintah bisa dibantu ditambahkan lagi tempat Taman Pengajian Al-Qur’an (TPQ), khususnya di Kampung Kelurahan Uma Sima ini, bisa lebih dari yang sudah ada,” ujarnya, saat ditemui Wartawan di kediamannya, Selasa (23/03).

“Agar anak-anak kami ini, tidak keliling ke sana-ke mari untuk mencari tempat mengajinya dan yang paling penting adalah mudah untuk dijangkau oleh mereka semua dari semua linea,” sambungnya.

Diakuinya, termasuk kami dulu, di Irian Bawah ini juga mengalami kesulitan untuk mencari tempat mengaji. “Alhamdulillah sekarang semenjak ada TPQ Uwa Ni’, anak-anak kita yang ada di Lingkungan di sini, tidak begitu kesulitan untuk mengajinya,” jelasnya.

Hanya saja, Lanjut Ketua Katokan Peduli, yang juga Senior Wartawan  tersebut menyebutkan, ada dari beberapa anak-anak yang rumahnya jauh dari tempat TPQ mengajinya.

“Misalnya, seperti anak-anak yang rumahnya dari Kampung Irian, Irian Atas, bahkan dari Bukit Berliyan yang jarak tempuhnya cukup jauh harus ditapaki oleh anak-anak kita untuk bisa sampai ke sini mengaji, dan itu, membuat kami cukup prihatin dan khawatir terhadap mereka jika misalnya ada terjadi sesuatu dan lainnya di jalan mengganggunya pada saat pulang mengaji,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya, pastinya, melalui pendidikan mengaji kita dapat memberikan pendidikan Agama Islam kepada putra dan putri kita untuk bekal kehidupan mereka nantinya dan dapat membentengi dirinya dari pengaruh hal-hal buruk dan negatif lainnya di tengah pesatnya arus perkembangan ilmu dan tekhnologi kita saat ini.

Karena itu, kepada pemerintah setidaknya, dapat lebih memperhatikan kebutuhan anak-anak didik kita yang mengaji, tentunya dengan memberikannya kepada meraka fasilitas yang cukup memadai.

“Baik itu dengan ditambahkannya tempat TPQ, maupun dengan diberikannya Kitab Iqro, Al-Qur’an dan beberapa buku lainnya sebagai bahan mereka untuk menambah wawasannya, sehingga ke depannya kita bisa melahirkan anak-anak generasi yang baik dan berakhlakul karimah,” pungkasnya. (ml/bgs)

 

Related posts

%d blogger menyukai ini: