SUARA LOTENG 

Nakes Meradang, Pemerintah Belum Bayar Insentif 6 Bulan 

Lombok Tengah, SR – Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bettugas di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB), meradang disebabkan uang gaji insentif mereka yang ternyata selama 6 bulan terakhir belum terbayar pemerintah.
Belum terbayarnya hasil keringat, tenaga dan kerja keras mereka selama 6 bulan oleh pemerintah. Maka, sudah barang tentu saat jni persoalan tersebut menjadi pertanyaan besar semua pihak khsusnya seluruh petugas Nakes yang tanpa pamrih siang malam membantu pemerjntah dalam hal pemberian pelayanan kesehatan terhadap warga, khususnya masyarakat yang ada didaerah wilayah Kab. Loteng.
Lambatnya pemerintah dalam memenuhi kewajibannya guna membayar apa yang memang mutlak menjadi bagian hak warga negaranya dalam hal ini adalah seluruh pegawai Nakes Loteng ini disampaikan secara langsung, Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kab.Loteng, Yuda Permana, pada A’had (28/02). “Terhitung insentif kami belum dibayar mulai dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2020,” ketusnya.
Nakes Loteng kendati kini selain hanya bisa gigit jari dengan kondisi keadaan yang terjadi. Namun, sekaligus merke juga tetap punya harapan besar agar pemerintah dapat segera untuk  membayar apa yang menjadi hak mereka selama 6 bulan bekerja melayani kesehatan warga.
Adapun Insentif Nakes yang belum dibayar pemerintah diantaranya yakni, dokter spesialis, dokter umum dan perawat. Mirisnya lagi, nasib sama dialami sejumlah Nakes bertugas dibeberapa Puskesmas Loteng “Belum lagi Nakes yang berada di Puskesmas, dari dokter, sampai petugas surveilans pun nasibnya sama,” cetusnya.
Laniut dikatakan, entah apa yang menjadi penyebab pemerintah belum membayar insentif Nakes terhitung sejak Juli – Desember 2020 dengan jumlah anggaran mencapai ratusan juta lebih itu, hingga detik ini oleh pihaknya mengaku belum mengetahui serta mendapat informasi akurat, rinci, dan jelas mengenai hal itu.
Lebih jauh dituturkan, khusus data sejlumlah Nakes di RSUD Praya, dimana selain terdiri dari petugas Nakes spesialis dan umum. Ditambah juga adanya beberapa orang pegawai Nakes yang bertugas di Laboratorium, Kesehatan Lingkungan, Customer Service, Laubdry, Sterilisasi dan meliputi bidang tugas lain sebagainya. “Insentif yang didaoatkan mereka, jika  perbulannya dikalkulasikan, kemungkinan berkisar akan mencapai angka sebsar Rp.700 Juta. Kami betul – betul sangat berharap supaya pemerintah bisa cepat membayar, uang sebesar itu sangat bernilai bagi kami, terlebih disaat pandemi seperti ini,” ungkap pihaknya penuh harap. (ang)

Related posts

%d blogger menyukai ini: