Sebut NTB Beruntung, Ini Kritikan Pedas Dewan Pers Kepada Media NTB

Sebut NTB Beruntung, Ini Kritikan Pedas Dewan Pers Kepada Media NTB

 

Mataram SR – Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chairudin Bangun melontarkan kritikan kepada pers yang ada di NTB terkait pemberitaan Sirkuit Mandalika Lombok yang kerap mengabaikan sisi konfliknya.
“Teman-teman (media) di NTB ini negatif saja, penggusuran saja diberitakan. Apa iya NTB seperti itu? Saya pikir banyaklah hal-hal yang positif bisa diangkat tentang KEK Mandalika itu, ” kritiknya saat penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar atas kerjasama Dewan Pers, Universitas Prof. Dr. Moestofo (Beragama) Jakarta dan PWI NTB di Hotel Golden Palace, Minggu, (21/02).

Hendry menambahkan, media di NTB terus mengangkat saja di sekitar KEK Mandalika masalah keluarga, bertengkar karena lahan. Lahan belum dibayar dan hal lainya yang membuat citra NTB kurang baik.
“Hal-hal itu bernilai kecil jika dibandingkan dengan potensi besar ekonomi yang sudah ada di depan mata. Persoalan keluarga, soal lahan pasti bisa dituntaskan di tingkat daerah,” tegasnya.
Menurut Hendry, harusnya teman-teman di NTB mengangkat sisi positif dan punya dampak pengembangan ekonomi besar yang sudah ada di depan mata.
” Ayolah teman-teman buat berita positif. Kalau ada masalah ganti rugi lahan yang belum tuntas, tidak apa-apa juga diberitakan. Tapi, kan ada sisi lain yang lebih besar manfaatnya untuk diangkat. Kita mendukung kepentingan publik.Media tidak mendukung siapa-siapa. Dan ingat, media itu menjalankan undang-undang, ” tandasnya.

Bagi Hendry, NTB adalah salah satu provinsi yang beruntung di Indonesia. Karena provinsi ini memiliki magnet besar pariwisata dan ekonomi sebagai tuan rumah penyelenggaraan balap motor bergengsi di dunia, MotoGP.
NTB ini beruntung sekali punya Sirkuit Mandalika. Semua provinsi ingin mendapat kesempatan, tapi hanya NTB yang dapat. Apapun itu, NTB yang beruntung. Dampak ekonominya luar biasa, pasti itu, ” ujarnya.
Karena itu, Dewan Pers mendorong media-media di NTB membuat agenda pemberitaan terkait penyelenggaraan MotoGP pada Oktober 2021 ini.
“Coba disetting pemberitaannya dari sekarang, kurang dari 10 bulan menjelang perhelatan MotoGP ini apa persiapannya, bagaimana menyambutnya dengan peningkatan peluang ekonomi. Mulai dari sisi UMKM, transportasi, penginapan, makan minum, serta dampak ekonomi lainnya,” imbuhnya. Selama ini, itu yang luput dari media sorotan. Karena fokusnya kabar buruk adalah kabar baik, ” pungkasnya. (Sr1)

 

Share this post