Majelis Krama Desa, Berat Tugasnya Anggaran Tiada

Majelis Krama Desa, Berat Tugasnya Anggaran Tiada

 

Lombok Utara, SR – Majelis Krama Desa (MKD) memiliki tugas berat dalam menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat. Sudah banyak masalah di tengah-tengah msayarakt yang sudah melalui filosofi duduk bareng guna mencapai musyawarah mufakat.

“Di tingkat desa kita sudah banyak penyelesaian masalah,” aku ketua Forum MKD Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Sa’I ditemui Suara Rinjani di Tanjung, Rabu (27/1).

Ia menjelaskan, masalah-masalah yang menjadi masalah MKD yang memuat masalah Tindak Pidana Ringan (Tipiring), masalah adat, bahkan yang berhubungan dengan hukum perdata.

Ia mencontohkan, seperti beberapa hari ini MKD menyelesaikan kasus piutang dan masalah tanah hibah. Dimana masalah itu sudah bertindak sebagai musyawarah mufakat.

“Jadi sejatinya persoalan yang demikian itu sebenarnya berat kan. Bisa saja antara kedua belah pihak saling melaporkan atau salah satu pihak saling melaporkan, tapi ujung-ujungnya tidak berakhir baik. Yang menang bisa jumawa, yang kalah bisa mendendam. Nah ini yang sebenarnya patut kita hindari,” ujarnya.

Di dalam menyelesaikan persoalan, MKD, lanjut Sa’i, bukanlah sebagai yang memutuskan. Tapi MKD memosisikan diri sebagai mediator.

“Bukan kami yang memutuskan tapi kami sebagai mediator, yang memberi solusi dan masukan. Yang tentu sebelumnya kita mendengar dan mencermati dulu duduk persoalannya. Kemudian kita tawarkan solusi,” sambungnya.

Di samping itu, MKD berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya. Seperti kepolisian, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan lainnya.

“Kami sudah MoU dengan pihak kepolisian mapun dengan DP2KBPMD Lombok Utara, jika ada masalah Tipiring misalnya di tengah masyarakat agar grup dulu di MKD, tidak langsung ke kepolisian saling melaporkan,” jelasnya.

Lebih jauh, di tengah tugas menyelesaikan tugas yang cukup berat tersebut. MKD ternyata tidak memiliki anggaran satu.

“Kami hanya ada uang transport saat ada kegiatan. Itu saja. Tapi itu tidak menyurutkan niat kami membantu masyarakat. Tapi tentu harapan kami anggaran untuk MKD itu ada, ”pungkasnya. (zett)

Share this post