Tuntut Diangkat jadi PNS, GTKHNK Lotim Hearing dengan DPRD Lotim

Tuntut Diangkat jadi PNS, GTKHNK Lotim Hearing dengan DPRD Lotim

Lombok Timur SR- Puluhan anggota Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) Lotim melakukan pendengaran di Kantor DPRD Lotim, Senin 25 Januari 2021. Mereka menuntut tenaga honorer umur di atas 35 tahun ke atas menjadi PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK ) tanpa melalui tes.

“Untuk regulasi yang sekarang diterbitkan Kementrian Pendidikan, kami menginginkan PNS dan PPPK ini tanpa tes. Tujuan awalnya kan PNS tanpa tes, ”kata Ketua GTKHNK Lotim Muhammad Sopiandi pada wartawan, Senin (25/1).

Sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres), setiap calon PNS harus mengikuti tes. Akan tetapi, batas usia di atas 35 tahun sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti tes tersebut. GTKHNK 35+ tersebut juga memperhatikan perhatian atau diperioritaskan berdasarkan lama pengabdian.

“Kami akan tetap mengikuti dan mendukung langkah pemerintah melalui tes, tetapi kami meminta-minta sekala prioritas. Bisa bobot pengabdian itu sebagai tambahan biaya untuk lulus karena kami mengabdi sudah cukup lama,” imbuhnya.

Berdasarkan data Dapodik, jumlah guru honorer di Lotim dari jenjang SD-SMA saat ini berjumlah 779 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim Ahmad Dewanto Hadi mengatakan, tidak bisa melebihi Keppres karena sudah menjadi ketetapan bersama yang harus dipatuhi. Tetapi, dengan diadakannya pendengaran tersebut, setidaknya akan ada perhatian dari Pemda maupun pusat untuk diperhatikan sesuai dengan tujuan.

“Tetap kami akan perhatikan tuntutan teman-teman GTKHNK 35+ ini. Semoga saja pemerintah bisa merealisasikannya,” kata Dewanto.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lotim H. Daeng Paelori yang menerima langsung GTKHNK mendukung aspirasi para tenaga guru honorer tersebut. Ia juga meminta GTKHNK terus memperjuangkan nasib mereka dengan cara apapun asalkan sesuai dengan aturan. Selain itu, ia berharap guru honorer tidak ikut berpolitik karena dapat merusak nama baik pahlawan tanpa tanda jasa.

“Terus perjuangkan nasib teman-teman dengan cara apapun, melalui apapun asalkan sesuai dengan aturan,” harapnya. (Lemah)

Share this post