Polemik Gedung Pemuda dan Mahasiswa, PEMUDA NW : Baiknya Harus ada Komunikasi antara Pemda dan Pemuda

Polemik Gedung Pemuda dan Mahasiswa, PEMUDA NW : Baiknya Harus ada Komunikasi antara Pemda dan Pemuda

Lombok Timur SR – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda NW Kabupaten Lombok Timur Abdul Qadir Jaelani, mengomentari soal alih fungsi  Gedung Pemuda dan Mahasiswa oleh Pemkab Lombok Timur untuk kantor sementara Bank NTB Syariah.

“Sebenarnya kalau ada kebijakan alih fungsi gedung pemuda itu paling tidak Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati atau dinas terkait bisa saja mengundang pemuda dan mahasiswa biar bisa dibicarakan dengan baik sehingga tidak terjadi kegaduhan semacam ini,” katanya, kepada Suara Rinjani, Rabu (20/01).

Lanjutnya, apa beratnya  Pemkab Lombok Timur mengundang pemuda agar tidak salah faham kalau ada pengalihan fungsi gedung tersebut sebagai Kantor Bank NTB Syari’ah.

Sebenarnya kami dari Pemuda NW tidak mau masuk dalam polemik ini, namun kami memandang persoalan ini harus ada komunakasi antara pemuda dan Pemkab agar polemik ini bisa selesai terutama Dinas Pemuda dan Olahraga yang punya leading sektor.

“Sebenarnya kebijakan alih fungsi gedung juang tersebut sebagai kantor Bank NTB Syari’ah kita harus melihat di dua sisi. Sisi yang menolak degan berbagai alasan dan sisi yang menerima juga punya argument,” tandasnya.

Menurut Jae, panggilan akrabnya,  dari Pemuda NW Lombok Timur, berpandangan kalau alih fungsi bersifat sementara untuk menambah PAD Lombok Timur dan kemaslahatan kenapa tidak, tapi perlu ada komunkasi dengan pemuda biar bisa dimengerti dan punya rasa kesepahaman bersama.

“Mari kita saling mendukung satu sama lain untuk kemaslahtan bersama, karna Lombok Timur ini akan maju apabila semua element bersatu. Maka dari itu, Pemkab Lombok Timut  juga harus mendukung kegiatan Pemuda begitu juga sebaliknya Pemuda dan mahasiswa mendukung kebijakan pemkab jika itu keutunganya kepada orang bayak,”pungkasnya. (hin)

 

Share this post