Dinas Peternakan Sambut Baik Program HKTI 10 Juta Sapi

Dinas Peternakan Sambut Baik Program HKTI 10 Juta Sapi
Lombok Timur SR – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dikeswan) Lotim drh. H. Achsan Nasirul Huda mengucapkan, menyambut baik program HKTI NTB yang membawa sepuluh juta sapi di Pulau Lombok khususnya di Lombok Timur yang dibagi kepada peternak.
“Program ini bagus dalam meningkatkan pendapatan paraa peternak kita, dan kami siap melakukan pendampingan guna menjamin kesehatan hewan ternak tersebut. Bahkan pihak Dikeswan sudah mempersiapkan pusat kesehatan hewan di masing-masing kecamatan untuk melakukan pembinaan kepada para peternak, ”ungkapnya, saat diwawancarai Suara Rinjani, Kamis (14/1).
Lanjutnya, kalau kami dari Dikeswan yang datang tanpa permintaan siap mendampingi dari segi teknis. Karena dari segi kesehatan hewannya kita betul-betul melakukan cek dan ricek masalah kesehatannya hewan yang masuk itu benar-benar terjamin kesehatannya.
Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan HKTI untuk melakukan kerjasama jika sewaktu-waktu ada hewan ternak yang datang, akan segera dilakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk menjamin hal tersebut, Dikeswan sudah menyiapkan petugas teknis lapangan yang terdiri atas 10 petugas yang terdiri dari dokter dan unsur lainnya.
“Kita juga mempunyai 18 Puskeswan di mana di mana di dalamnya ada, dokter hewan dan sarjana peternakan yang dibutuhkan mereka siap membantu,” imbuhnya.
Untuk saat ini, kata Ahsan, hewan ternak yang ada di Pulau Lombok masih terbebas dari penyakit menular seperti antraxs dan rabies. Dengan ketentuan hewan ternak yang masuk dari luar pulau maupun luar negeri sudah dilakukan pemeriksaan sesuai standar nasional yang dilakukan oleh dokter hewan setempat.
Dengan adanya pendampingan dan jaminan kesehatan hewan ternak dari Dikeswan, masyarakat maupun peternak diharapkan mampu mengembangkan usaha ternak agar mampu menciptakan peluang usaha sendiri. Semisal, kata Achsan dengan melakukan pola bagi hasil, agar mampu memberi dampak ekonomi dan memberikan pemasukan bagi masyarakat.
“Dan ternak ini tentunya memberikan dampak ekonomi dan pendapatan. Tentunya hewan ternak yang beratnya di atas 5 ratus kilo sebagian dipotong. Mudah-mudahan saja bisa berjalan dengan baik, ”pungkasnya. (lemah)

Share this post