PBNW Dukung Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri

PBNW Dukung Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri

Mataram – Munculnya calon tunggal Kapolri Idham Aziz yang disodorkan Presiden Jokowi, ke pimpinan DPRRI yaitu Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mendapatkan dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Nahdlatul (PBNW).

Ketua Umum PBNW Tuan Guru Bajang KH L Gede M Zainuddin Atsani mengatakan, kita harus memberikan dukungan kepada presiden dalam mengangkat pembantunya menjalankan program pemerintahannya. Menurutnya, latar belakang agama tak bermasalah berdasarkan undang-undang dan hukum. Di samping itu NKRI dibangun dari latar belakang agama, etnis dan etnis.

“Penunjukan calon Kapolri baru adalah hak prerogatif presiden. Saya yakini Presiden Joko Widodo telah memilah dan memilih nama yang cocok untuk menjadi pembantunya di korps Bhayangkara itu,” katanya, Kamis (14/01).

Menurut Syaikhuna Tuan Guru Bajang panggilan akrabnya, orang yang dipilih presiden pasti memiliki prestasi dan rekam jejak yang baik.
“Kita serahkan saja kepada presiden, siapa saja yang dipilihnya, karena beliau lebih tahu orang-orang di sekelilingnya yang bisa diajak bekerjasama dan mampu di bidang keamanan dan stabilitas Negara,” ujarnya.

Kata Rektor IAIH NW Lotim ini, sudah seharusnya Kapolri yang dipilih presiden adalah orang-orang yang punya reputasi, baik soal pengalaman, kemampuan dan prestasi lainnya yang bisa menunjang dalam mengemban amanah yang diberikan presiden.
“Pembantu presiden itu harus cekatan, tanggap dan berpengalaman. Listyo Sigit dari rekam jejaknya di kepolisian saya rasa sudah sesuai untuk menjadi pengganti Idham Aziz,” tandasnya.
Selain professional, kata Syaikhuan Tuan Guru Bajang, dari rekam jejak yang kita lihat pada saat menjabat Kapolda Banten, Listyo juga dekat dengan ulama dan sering mendatangi pondok pesantren.
“Jadi, seharusnya seperti itu ketika menjadi pejabat, kita adalah milik masyarakat tanpa terkecuali, agar tercapai program pemerintah,” ujarnya.

Listyo Sigit saat ini sebagai tanggap Kabareskrim Polri adalah satu-satunya nama yang diserahkan Istana ke DPR calon kapolri Idham Azis yang akan purna tugas awal Februari mendatang.

Usulan nama Kapolri ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Pimpinan DPR, Rabu (13/1). Surpres itu langsung diterima Ketua DPR RI Puan Maharani. (*)

Share this post