Pemkab Lotim Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemkab Lotim Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19

Lombok Timur SR – Respon positif ditunjukkan Pemkab Lotim atas kedatangan vaksin jenis Sinovac dengan pernyataan siap melaksanakan vaksinasi Covid-19. Di Lotim, vaksinasi akan dimulai dari jajaran Forkopimda. Vaksinasi Lotim akan dilaksanakan pertama kali di Pendopo Bupati dan diikuti oleh seluruh Forkopimda yang berusia 18-59 tahun. Bagi Nakes, tidak mesti didahulukan. Sedangkan untuk kebutuhan vaksin, Lotim membutuhkan 1,2 juta lebih.

“Secara nasional, vaksinasi serentak dimulai 13 Januari 2021. Vaksinasi pertama kali dilakukan terhadap Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo diikuti oleh seluruh kabinet dan secara simbolis oleh Departemen Kesehatan. Kemudian diikuti pada hari Kamis, 14 Januari 2021 kemudian dengan vaksinasi terhadap Forkopimda provinsi seluruh Indonesia, mulai dari Gubernur, Wagub, Danrem, Kapolda dan lain-lain, ”kata Kepala Dinas Kesehatan Lotim dr HM Hasbi Santosa pada wartawan, Rabu (13/1).

Lanjutnya, khusus untuk Provinsi NTB, vaksinasi pada tanggal 15 Januari 2020 tersebut akan dilaksanakan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sementara Kabupaten Lotim karena keterbatasan vaksin yang didroping, sehingg diundur hingga pekan depan.

“Kalau rencana awal, jika kita semua itu mencukupi. Maka Lotim ikut di hari Jumat tanggal 15 Januari. Posisi saat ini menunggu,” jelas Hasbi.

Sementara itu, dari 35 Puskesmas di Lotim, hanya dua Puskesmas yang belum memiliki vaksin refrigator yang jenisnya semacam kulkas namun memiliki spesifikasi khusus. Dimana untuk vaksin Covid-19 harus bisa mencapai suhu minus 10 derajat celcius. Artinya Vaksin Sinovac asal Cina ini disimpan dalam minus dua hingga minus delapan derajat celcius.

InsyaAlloh secara SDM dan Sarpras kita sudah siap, tegasnya.

Proses pengambilan, menyimpan dan melaporkannya pun, Pemda diwajibkan untuk melibatkan aparat keamanan baik dari kepolisian maupun TNI. Hal tersebut karena kebutuhan vaksin se-Indonesia mencapai 421 juta dosis vaksin dengan perhitungan dilakukan vaksinasi 189 juta penduduk Indonesia beserta cadangan 15 persen. Sementara yang sudah pasti didapatkan oleh pemerintah sebanyak 125 dosis vaksin.

“Kelangkaan inilah sehingga perlu dijaga keamanannya. Apalagi proses vaksin dua kali dengan jarak 14 hari,” pungkasnya. (Wan)

Share this post