SUARA LOBAR 

Pasca PNS Terjerat Narkoba, Jajaran Dikes Sepakat Lakukan Tes Urin

 

Lombok Barat SR – Pasca tertangkapnya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) nakal oleh Tim Opsnal Polres Mataram Rabu, (06/01) lalu, Dinas Kesehatan Lombok Barat mendadak akan melakukan tes urin kepada seluruh jajaran dan karyawan yang ada. Perihal tersebut dilakukan menyusul tertangkapnya salah seorang staf tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas Sesela.

Diketahui, INA dan dua orang teman lainnya yang diduga ikut terlibat dan kedapatan membawa Barang Bukti (BB) jenis ekstasi dengan berat 3.60 gram beserta uang tunai sebesar Rp13.428.000. Alhasil, ketiganya diamankan polisi di jalan Umarmadi Lingkungan Karang Pendem, Kelurahan Cilinaya Kecamatan Cakranegara Kota Mataram hari lalu.

Sekdis Dikes Lobar, Arief Suryawirawan yang dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan informasi perihal dugaan keterlibatan salah satu staf PNS disalah satu Puskesmas yang ada di Sesela.

“Dia itu PNS, sebagai petugas Promkes di Puskesmas Sesela” ungkapnya saat dikonfirmasi,  di ruang kerjanya, Kamis (07/01).

Oknum yang bersangkutan diakuinya telah bekerja di sana selama kurang lebih satu tahun sejak Puskemas Sesela mulai dioperasikan. Pihaknya mengaku justru baru mengetahui informasi tersebut saat dikonfirmasi oleh wartawan. Sehingga pihaknya langsung turun untuk mengecek kebenarannya ke Puskesmas bersangkutan.

“Tadi saya turun, langsung saya tanya Kapala Puskesmas. Saat diantunjukkan fotonya, saya tersentak kaget saat mengetahui orangnya,” ujarnya.

Dikes sendiri lanjut dia, tentu akan memberi penegakan disiplin kepegawaian yang akan diserahkan ke BPKDPSDM Lobar. Karena hukum harus tetap dijalankan sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kami serahkan ke BKDPSDM, menunggu ada laporan resmi mungkin ya” imbuh dia.

Guna mendeteksi dan nengantisipasi hal serupa, ia mengaku pihaknya berencana untuk melakukan tes urin ke seluruh staf dibawah naungan Dikes Lobar.

“Kami bersama teman-teman di Dikes sudah berdiskusi dan memungkinkan untuk melakukan tes urin,” paparnya.

Sebenarnya aku Arif, sejak tahun 2020 lalu pun, diakuinya Dikes sudah menerapkan kewajiban untuk tes urin bagi setiap karyawan baru di Dikes.

“Kami berharap ke depannya jangan sampai ada lagi karyawan Dikes yang terjerat persoalan seperti itu, pungkasnya. (w@N)

Related posts

%d blogger menyukai ini: