SUARA LOBAR 

Amankan Aset, Masyarakat Desa Lembuak Akan Buat Sertifikasi

 

Usai Dimenangkan Putusan Majelis Hakim

Lombok Barat SR – Pasca dimenangkan perihal sengketa aset tanah Desa oleh pihak Pengadilan Negeri Mataram melalui sidang putusan Majelis Hakim Rabu (06/01). Sementara masyarakat Desa Lembuak masih menunggu lanjutan apakah penggugat akan naik banding atau tidak.

“Nanti seperti apa lanjutannya, kami siap. Kita tunggu saja,” ujar Ketua Tim Pengamanan Aset Desa Lembuak H. Sabirin, Jumat (08/01).

Kedepan, langkahnya akan melakukan pengamanan dengan sertifikasi. Hal ini menjadi langkah efektif agar lebih aman. Insya Allah, dengan putusan yang ada, dalam waktu tiga atau empat hari lagi, soal aset ini akan disertifikasi agar lebih aman.

“Kewajiban kami tentu akan mengamankan aset desa ini,” tegas dia.

Terkait putusan pengadilan yang sudah memenangkan Desa Lembuak, kata dia, sangat bersyukur dan mengapresiasi keputusan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Mataram. Ini artinya, bukti kepemilikan aset ini kuat dan benar adanya yakni milik desa.

“Kami bersyukur dan sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya persoalan aset yang dimaksud,” ucapnya.

Kalau memang persoalan ini disudahi ya kita sudahi. Namun jika masih ada upaya proses lanjutan dengan naik banding dirinya mempersilakan dan itu hal yang wajar.

Silakan saja, itu hak nya penggugat. Kalau ada banding kami akan memperkuat pendampingan hukum,” tuturnya.

Pada prinsipnya, yang namanya aset desa tetap kami perjuangkan dan tetap akan dipertahankan.

“Kami semua sebagai masyarakat Lembuak tetap komit. Namanya aset desa tetap kami akan kembalikan ke desa,” tegasnya lagi.

Menurut Sabirin, jika semua persoalan aset ini tuntas dan terselesaikan, pihaknya akan mendorong dan bersinergi kuat agar, masyarakat aset tanah desa akan dikelola dan digarap untuk kontribusi PADes. Sebab, dari awal lanjut dia, BUMDes yang sudah terbentuk, akan maksimalkan pemanfaatan lahan yang dimaksud dengan menjamin adanya sarana dan prasarana.

“Misalkan pertokoan nanti sudah barang tentu bisa menghasilkan pendapatan desa oleh pengurus BUMDes. Pastinya akan memberdayakan masyarakat,” pungkasnya. (Iw@N)

Related posts

%d blogger menyukai ini: