Armada TRC BPBD Lotim Kurang Memadai

Armada TRC BPBD Lotim Kurang Memadai

Lombok Timur SR- Kecelakaan yang mengakibatkan dua orang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) grup satu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim meninggal dunia saat akan melakukan penilaian kejadian banjir di Kecamatan Sambelia pada Rabu 6 Januari 2021 terlepas dari berbagai faktor. Salah satunya pengadaan armada yang bisa dikatakan tergolong tua atau sudah tidak memadai.

“Ya salah satu faktornya armada, pada saat pergantian memang banyak kendaraan yang tidak dibarengi dengan peremajaan. Ini saja kekurangan kita, Insya Allah ke depan akan kita perbaiki,” kata Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi Sjamsuddin pada wartawan usai melawat ke rumah salah satu anggota TRC BPBD Lotim yang meninggal dunia di Tanjung Teros Kecamatan Labuhan Haji, Kamis (7/1).

Dari data yang diperoleh Suara Rinjani, saat ini hanya terdapat tiga unit mobil operasional TRC BPBD. Satu diantaranya dalam keadaan rusak parah akibat kecelakaan kemarin. Sedangkan untuk peremajaan, akan segera dibahas dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada minggu depan.

“Akan segera kami bahas minggu depan,” imbuh Wabup.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim Iwan Setiawan yang turut hadir mendampingi Wabup Lotim mengatakan, mengapresiasi kinerja korban (Almarhum) yang telah berjasa dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana. Ia berjanji akan segera memberikan penghargaan dan santunan sebagai tali asih kepada korban.

“Almarhum meninggal dalam keadaan sedang menjalankan tugas negara. Bentuk penghargaan kami dari BPBD, kami akan memberikan semaksimal mungkin karena mutlak menjadi tanggung jawab kami,” janjinya.

Iwan juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada karena surat keputusan tanggap bencana bencana dicabut dan diprediksi akan berakhir sampai bulan April. Menurut informasi dari BMKG, lanjutnya, bencana yang lebih besar kemungkinan akan terjadi.

“Teman-teman bisa lihat kejadian di Kalijaga Tengah, potensi bencana kemungkinan akan lebih besar. Untuk itu masyarakat harus selalu waspada,” imbaunya. (Wan)

Share this post