Sekolah Tatap Muka Tidak Gunakan Zonasi, Tapi Tergantung Daerah

Sekolah Tatap Muka Tidak Gunakan Zonasi, Tapi Tergantung Daerah
Lombok Timur SR- Surat edaran empat menteri tanggal 20 Desember 2020 tentang pembelajaran tatap muka untuk semester genap tahun 2020/2021 sudah disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim dengan memantau situasi dan kondisi yang berbeda dengan sebelumnya. Terutama dengan peraturan zonasi setiap wilayah terkait pembelajaran tatap muka.

“Pemerintah pusat mengambil kebijakan bahwa seluruhnya diserahkan ke pemerintah daerah. Tidak seperti surat edaran sebelumnya yang tatap muka itu diperbolehkan hanya pada zona hijau selanjutnya pada zona kuning juga diperbolehkan. Sekarang tidak menggunakan peraturan zonasi lagi, tetapi diserahkan kepada pemerintah daerah,” kata Kadis Dikbud Lotim Ahmad Dewanto Hadi pada Suara Rinjani di ruangannya, Selasa (05/01).
Ia mengaku sudah menghubungi pemerintah daerah dan diberikan ijin untuk membuka sekolah dengan catatan protokol kesehatan menjadi perhatian utama dan mempedomani aturan yang digariskan pemerintah pusat. Hingga hari ini, pihak Dikbud Lotim tetap melakukan pengawasan terhadap seluruh sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka.
“Kemarin pada saat berakhirnya semester ganjil kami menyampaikan permohonan ijin kepada pimpinan daerah apakah belajar tatap muka akan dilaksanakan pada semester genap. Alhamdulillah Pak Bupati memberikan ijin,” tandasnya.
Dikatakannya, untuk penerapan protokol kesehatan pada tahun ajaran baru ini, pihak Dikbud sudah menerapkan sesuai simulasi yang sudah dilakukan diantaranya dengan pengaturan kelas atau mengatur jarak duduk siswa, tidak ada sistem pergantian atau shift kedua yang diganti pada hari lain, dan harus tetap menerapkan standar protokol kesehatan.
“Hari ini kami sudah monitoring seluruh sekolah, membagi diri dengan teman-teman Dinas, UPTD, Pengawas, semuanya turun untuk melihat kondisi di lapangan,” imbuhnya.
Terkait ditutupnya dua sekolah yang guru dan siswanya terpapar Covid-19, pihak Dikbud Lotim sudah mengijinkan dua sekolah tersebut melakukan proses belajar-mengajar berjalan seperti biasa. Akan tetapi, bagi guru dan siswa yang masih reaktif, disarankan untuk tidak masuk sekolah dulu.

Share this post