Ketum PBNW Serukan Jaga Kondusivitas Daerah

Ketum PBNW Serukan Jaga Kondusivitas Daerah

 

Mataram SR – Menyikapi kondisi akhir-akhir ini terkait dengan aksi oknum yang merusak plang penambahan nama Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, pada Kamis malam (31/12/2020) lalu, maka kepada semua pihak yang bisa menahan diri dan jangan terpancing dengan aksi provokasi tersebut.
“Masyarakat Lombok dan NTB tetap tenang. Jangan ada yang terprovokasi dengan aksi itu. Biarkan pemerintah dan aparat yang bekerja sesuai tupoksinya,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang KH LG M Zainuddin Atsani, melalui press releasenya, pada Sabtu (02/01).
Menurutnya, jangan ada lagi berita soal pergantian penamaan bandara, karena itu sudah selesai. Yang perlu kita jaga sekarang adalah menahan diri, berdoa agar daerah kita tetap kondusif.
“Tidak perlu menangapi hal-hal seperti ini karena hanya menguras energi dan memperkeruh keadaan. Percayakan kepada aparat yang memproses setiap yang melanggar peraturan,” tegasnya.
Jadi, lanjut ulama muda kharismatik ini, sebagai warga yang taat pemerintah, kita harus membantu pemerintah menjaga kondusivitas daerah masing-masing dengan cara tidak ikut memperkeruh keadaan. Kita sangat yakin pemerintah akan sangat melihat keadaan ini. Kita perbanyak berdoa aja. Soal pergantian dan penambahan nama bandara ini adalah berwenang pemerintah pusat. Itu bentuk penghargaan pemerintah kepada para pahlawan yang berjasa kepada bangsa dan Negara.
“Kata Bung Karno, Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa pahlawnanya.
Maka, kami sangat berterimakasih kepada Presiden RI yang telah memberi gelar pahlawan nasional kepada tokoh NTB sekaligus memberikan nama bandara internasional di Lombok.
“Kita apresiasi pemerintah memberikan penghargaan kepada pahlawan nasionalnya yang diabadikan menjadi nama sebuah bandara di Lombok. Sekali lagi, mari warga Lombok dan NTB perbanyak berdoa dan berzikir. Jaga kekompakan dan persatuan,” pungkasnya. (*)

Share this post