HUKRIM 

Release Akhir Tahun, Polres KLU : Ungkap 63 Kasus, PR Masih Ada

 

Lombok Utara, SR – Polres Lombok Utara menggelar rilis akhir tahunan bertempat di Mapolres Lotara, Kamis (31/12). Kasus berhasil diungkap, terutama yang terkait dengan 3 C (Curat Curas dan Curanmor).

Kapolres Lotara, AKBP Ferry Jaya Satriansyah menyampaikan, hasil ungkap merupakan kalkuasi dari hasil ungkap dalam rentang waktu sepanjang 2020.

“Kalau diliat dari prosentase penyelesaian perkara, maka 74 persen perkara di tahun ini sudah selesai,” ujar Ferry, didampingi Kasatreskrim Polres Lotara, AKP Anton Rama Putra.

Kalau dilihat dari jenis kejahatan, lanjutnya, yang mendominasi kejahatan seperti biasa, curas dan curanmor. Dengan rincian, curat 7, curanmor 6, curas 4, judi 7, penggelapan 6. Kemudian hal yang berkaitan dengan fisik psikis, KDRT 6, PPA 9, perkawinan terlarang 1, pernikan tanpa izin 1, penelentaran perkawinan 1. Kemudian untuk hal yang terkait dengan kekayaan negara, di antaranya kasus perbankan 1, menyimpan satwa langka 1, penimbunan BBM 1.

“Kalau ditotal kasus 63 kasus. Dari sisi waktu kejadian untuk 3 C, beraksi pada dini hari. Ada yang sudah tahap dua ke kejaksaan. Tersangka ini memang ada yang belum ditahapduakan juga, ”kata Ferry.

Lebih jauh, lebih lanjut Ferry, selalu apakah ada kelonjakan peningkatan kejahatan pandemi Covid-19, seperti isu yang berkembang di lapangan? Kapal feri melihat hal tersebut masih tidak ada. Ia penilaian kejahatan yang berkaitan dengan kebiasaan.

Sementara itu, yang terkait kasus korupsi, Polres Lotara baru menyidik ​​satu kasus, yakni Bosda. Dan ini belum selesai.

Kasus korupsi memang berbeda penangannya. Memang membutuhkan waktu yang lama. Karena beberapa lintas sektoral terlibat. Pungkas Perwira DENGAN doa melati tersebut. (zett)

===

Related posts