TOP NEWS 

H Najamudin : Sangat Keliru Tokoh yang Menolak Pergantian Nama BIL Menjadi BIZAM

Mataram SR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Najamudin Mustofa mendukung perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) karena itu merupakan penghargaan dari Negara untuk Pahlawan Nasional TGKH .Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang merupakan pahlawan satu-satunya dari NTB yang merupakan Akuntan Negara. Terkait ada pihak yang menolak pergantian nama bandara, kata Najamudin, itu sangat keliru. Kalau pun ada tokoh yang mengatasnamakan NU menolak, tapi tidak semua orang NU menolak.
“Saya sebagai anggota DPRD NTB mendukung perubahan nama bandara itu dari BIL ke BIZAM, dan saya minta kepada Gubernur untuk segera mengeksekusi sehingga nama bandara itu menjadi BIZAM. Karena nama itu telah diberikan oleh Negara. Ibaratnya saya memberikan nama pada anak saya, lalu kenapa kalian yang marah, ”tegas H.Najamudddin via handphonnya, Minggu (27/12).

“Buktinya saya juga orang NU dan tokoh NU, sangat mendukung pergantian nama BIL itu menjadi BIZAM. Kita lepaskan masalah organisasi. Bukan NW yang mengubah nama bandara itu, tapi Negara yang punya hak milik yang berubah nama itu, lalu salahnya dimana ?, ”katanya dengan nada tanya.
Ia mengajak semua tokoh untuk mengapresiasi dan mendukung Negara yang memberikan penghargaan kepada Pahlawan Nasonalnya. Kita tidak bicara NU, NW atau Muhammadiyah. Tidak pula bicara soal Lombok Timur, Lombok Tengah dan Sumbawa, tapi Maulanasyaikh ini adalah kebanggaan dan milik bangsa.
“Seharusnya sebagai tokoh atau yang dituakan mengajak masyarakat untuk patuh dan taat kepada pemerintah. Kalau menolak, kan sama artinya kita respons pemerintah. Ini tidak benar. Dan kalau saya dipenjarakan atas statemen ini saya rela, demi keadilan dan kebenaran, ”tegasnya.
Ia juga menambahkan pemberian nama bandara oleh Negara itu harus dikawal dan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, terutama Gubernur. Gubernur dan Wakil Gubernur harus tegas dalam menjalankan tugas Negara karena kebijakan nama BIZAM itu sudah disetujui Presiden yang dilaksanakan oleh Menteri Perhubungan.
“Nama BIZAM itu sudah jelas karena ada persetujuan Presiden yang dilaksanakan oleh Menteri Perhubungan, dan ini menjadi amanah Negara yang harus dieksekusi oleh Pemerintah Daerah, kalau ada yang menghalangi tugas Negara kan ada Polisi dan Tentara yang juga mengawal kebijakan tersebut,” tegas H. Najamuddin yang juga Ketua Dewan Kehormatan DPRD NTB.
Najamuddin juga menambahkan tugasnya sebagai pemerintah adalah menegakkan keadilan dan kebenaran. Pejabat itu tidak boleh plin plan jadi harus menegakkan kebenaran. Jadi meskipun NU menolak saya tidak bisa dan tidak ikut menolak, karena saya setuju menolak berarti saya tidak menegakkan kebenaran dan keadilan.
“Maulanasyaikh it is person the person is very fenomenal. Ulama-ulama kita sekarang mendapatkan keberkahan dari ilmunya Maulanasyaikh, termasuk saya meskipun saya tidak masuk dalam organisasi (NW-red) saya banyak mendapatkan keberkahan ilmu Maulanasyaikh, sehingga meskipun saya orang NU tapi guru besar saya adalah Maulanasyaikh, ”ungkapnya. (sr *)

Related posts

%d blogger menyukai ini: