Mukernas, Muslimat NW Siap Bersinergi Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin

Mukernas, Muslimat NW Siap Bersinergi Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin

Mataram SR – Untuk berjalan baiknya organisasi dan penyusunan program kerja 5 tahun mendatang, Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat Nahdlatul Wathan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Hotel Lombok Astoria, Kamis,(17/12)

Ketua Panitia Mukernas, Hj, Masruli Aini, menyampaikan bahwa kegiatan Mukernas Muslimat Nahdlatul Wathan (NW) merupakan agenda lima tahunan.“Pada Mukernas Muslimat NW tahun 2020 ini, dengan mengambil tema ‘Muslimat Nahdlatul Wathan Bersinergi dan Berkontribusi Dalam Meneguhkan Islam Rahmatan Lil alamin”, katanya.

Karena itu, Ia berharap dengan tema yang diangkat dalam Mukernas Muslimat NW ini nantinya akan lahir program dan kerja nyata ditengah masyarakat. Ditambahkannya, bahwa dengan mengingat kondisi saat ini ditengah pandemi covid-19 maka mukernas muslimat NW tahun 2020 tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Karena itu maka pelaksanaan Mukernas Muslimat NW dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu dengan tatap muka dan via daring”, ungkapnya.

Mukernas Muslimat NW dibuka langsung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Lalu Gede M. Zainuddin Atsani secara daring. PBNW, menyambut baik dengan digelarnya Mukernas oleh pimpinan pusat Muslimat NW yang pertama kali setelah dilantik.

“Sebagai Ketua Pimpinan Pengurus Besar NW, kegiatan ini luar biasa sebagai badan otonom sangat luar biasa dan apresiasi terhadap Muslimat, ” ucapnya.

Menurutnya, badan otonom organisasi adalah sayap organisasi yang berjuang bagi organisasi, muslimat terus terlihat kemajuannya. Selain itu pada kesempatan tersebut, Syaikhuna panggilan akrabnya, juga mengingatkan agar semua tetap menjaga dan menjalankan apa yang telah di wasiatkan oleh Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddīn Abdul Madjid.

“Mari jaga kekompakan dan tetap bersatu dengan tetap menjaga dan Sami’na Wa Atho’na terhadap wasiat pendiri NW Maulana Syaikh,” pesannya. “Perjuangan NW bukan saat lagi berdiam namun harus berlari dan berlari untuk mengejar apa yang menjadi tujuan dari perjuangan NW”, pungkasnya.

Sementara, Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NW, Hj Lale Syifaun Nufus mengatakan bahwa agenda Mukernas Muslimat NW telah diatur dalam AD/ART Badan Otonom Organisasi Muslimat Nahdhatul Wathan yang harus dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi NW.

“Musyawarah Kerja Nasional Muslimat NW kali ini, mengambil tema Muslimat Nahdlatul Wathan Bersinergi dan Berkontribusi dalam meneguhkan Islam Rahmatan lil Alamin. Tema besar ini penting untuk menjadi rujukan kita dalam menyusun program kerja yang berorientasi pada tiga titik point penting,” ungkapnya.

Lale memaparkan, agenda Mukernas Muslimat NW bertujuan secara normatif-organisatoris dan strategis dengan menggali berbagai program yang dapat memberikan dampak positif di tengah-tengah masyarakat.

Program Sinergi Muslimat NW harus tertuang rapi dalam agenda-agenda jangka pendek, menengah dan panjang. Bersinergi dengan stakeholder, pemangku kebijakan, elemen-elemen masyarakat yang mengarah pada saling memberi kebermanfaatan dan kebaikan untuk semua.

“Di sinilah pentingnya Mukernas Muslimat untuk menggali Visi Misi perjuangan dan perkhidmatan menuju keutuhan agama dan bangsa terutama dalam aspek ekonomi, sosial dan budaya bangsa,” ucapnya.

Lale mengatakan, untuk menjadi lokomotif kemajuan ummat dan bangsa, Mukernas Muslimat NW harus diawali dengan penyusunan program kerja organisasi yang mengacu pada sejauhmana program kerja dan pelaksanaannya dapat berkontribusi untuk kemajuan Agama dan NKRI.

“Kita para pimpinan Muslimat diuji kepiawaian, dan kecermatannya dalam menyusun program kerja yang kontributif untuk Nahdlaty secara internal maupun bangsa dan negara secara eksternal,” ucap Lale.

“Di sinilah esensi kehadiran para pimpinan Muslimat NW untuk menuangkan gagasan, ide dan konsep perjuangannya yang nantinya digodok bersama dalam forum musyawarah kerja nasional Muslimat NW ini,” sambungnya.

Lebih jauh, Lale meminta Muslimat NW untuk hadir dalam upaya memberikan pencerahan keummatan agar umat muslimat maupun muslimin secara khusus dapat memahami substansi ajaran agama Islam yang baik dan benar tentu yang akomodatif dengan realitas sosial yang mengitari penganut agama itu sendiri.

“Muslimat Nahdlatul Wathan harus hadir di tengah kegalauan ummat dengan berupaya menghadirkan kesejukan dan keharmonisan.  Upaya menghadirkan kesejukan dan keharmonisan di tengah multi kultural, multi agama dan multi ras, tentu harus dituangkan dalam program kerja organisasi muslimat NW yang terukur dan adaptif,” pungkasnya. (*)

Share this post