Kemensos Dukung Lotim Lakukan Pelabelan PKH

Kemensos Dukung Lotim Lakukan Pelabelan PKH

Lombok Timur SR- Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kementrian Sosial (Kemensos) I Wayan Wirawan, mengatakan pelabelan rumah bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai sanksi sosial.

“Itu artinya kita berupaya menseleksi secara sosial. Tanggung jawab moralnyalah kepada lingkungan,” kata Wayan pada wartawan di Aula Masjid Kantor Bupati Lotim, Senin (14/12).

Lanjutnya, banyak Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak tepat sasaran yang disebabkan KPM yang tidak berhak mendapat bantuan justru mendapatkan bantuan. Sedangkan yang berhak mendapatkan bantuan justru tidak dapat membantu.

“Kalau istilah di data itu kesalahan kesalahan, kesalahan, dan kesalahan. Yang berhak dapat justru tidak dapat. Yang tidak berhak dapat berhak dapat dapat dapat,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda Lotim HM Juaini Taofik, menjelaskan kedatangan Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kemensos adalah karena terinspirasi oleh salah satu BUMDes yang ada di Lotim yaitu BUMDes Syariah Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur yang sukses menjadi pemasok di program BPNT tahun 2020. Mengenai BUMDes boleh menjadi pemasok, Sekda mengatakan sesuai dengan yang dikatakan Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kemensos, BUMDes boleh menjadi pemasok dengan catatan yang mencakup 6 T yaitu: tepat sasaran, tepat jumlah, waktu, kualitas, tepat harga, dan tepat administrasi.

“Sesuai yang dikatakan Pak Direktur tadi, BUMDes boleh menjadi penyedia layanan berdasarkan 6 T, tetap memberikan kemerdekaan KPM, dan tetap melalui e-warong,” tegasnya.

Menanggapi permintaan Ketua Forum Kepala Desa Lotim yang lintas seluruh BUMDes bisa menjadi pemasok, Sekda termuda di Provinsi NTB tersebut menjawab boleh asalkan memenuhi 6 T.

Sekda juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menitipkan uang di rekening KPM karena akan termonitor oleh negara. Itu artinya jika ada rekening KPM yang berisi uang dalam jumlah besar, tidak akan ditransfer oleh negara kepada rekening KPM.

“Makanya kami himbau KPM yang mempunyai rekening, jangan sampai mau dititip-titip,” pungkasnya. (Wan)

Share this post