SUARA PENDIDIKAN 

IKAMAH NW Gelar Reuni dan Diskusi Publik

Lombok Timur SR – Sebagai upaya memperkuat hubungan ukhuwah (keakraban) antar alumni, Ikatan Keluarga Alumni Himmah Nahdlatul Wathan (IKAMAH NW) menggelar Reuni dan Dsikusi Publik di Pondok Pesantren Darul Cholidi NW Pringgasela Lombok Timur, Sabtu (12/12).

Pada Diskusi Publik mengambil tema “Pendidikan di Tengah Kegalauan Identitas” yang menghadirkan pembicara dari senior HIMMAH NW seperti  Prof. Dr TGH Fakhrurrazi MA, (GB UINMA), Prof.  Dr. Jamaluddin, (GB UINMA) Dr. H. Mugni, Ketua Forum Kerjasama Pondok Pesantren Lombok Timur, dan Dr. Lalu Sumardi, Dosen FKIP UNRAM), namun kedua Guru Besar UIN tersebut berhalangan. Pada kesempatan itu salah satu senior HIMMA NW yang menjabat Komisioner Bawaslu Lotim Sahnam SH., juga diberikan berbicara.

Pimpinan Ponpes Darul Chalidi NW Pringgasela, Ustaz Iman Taqwa, QH, dalam sambutannya, menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memiliki arti penting kebersamaan sebagai kader NW khususnya sebagai alumni HIMMAH NW.

“Atas nama keluarga besar Ponpes Darul Chalidi, kami sampaikan terima kasih atas kepercayaan berkegiatan di tempat ini, dan semoga membawa barokah,” ungkapnya.

Sementara itu, H. Sanusi Ketua IKAMAH NW, dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan dari IKAMAH NW adalah untuk membantu kader-kader yang berada di tingkatan cabang dan komisariat agar mereka bisa bertemu dngan para senior atau pendahulunya di organisasi HIMMAH NW, sehingga kegiatan ini menjadi ajang lepas kangen dan menjalin hubungan silaturahim sesama kader HIMMAH NW.

“Kegiatan sepertin ini cukup bagus untuk merapatkan hubungan antara senior dan junior HIMMAH NW agar terus terjalin hubungan baik daan berbagai  cerita perjungan,”ujar Sanusi.

Dr. H. Mugni, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa seluruh kader harus bangga menjadi bagian dari HIMMAH NW karena memiliki tahapan pengkaderan yang matang untuk menjadi kader HIMMAH NW.

“Alhamdulillah, saya bangga menjadi keluarga besar HIMMAH NW, hal ini perlu kita pertahankan dan kembangkan. Tetapi khusus untuk orang yang pernah menjadi anggota HIMMAH NW, ini khusus orang intlek tidak boleh menjadi HIMMAH NW kalau kita tidak kuliah dan tidak boleh menjadi IKAMAH kalau belum selesai kuliah,” jelasnya.

Ia juga  berharap, sebagai komunitas intelektual, IKAMAH NW harus menjadi inspirasi dan  mengambil peran untuk NW dan ummat.

Dalam konteks pendidikan, IKAMAH diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan berakhlakul karimah.

Kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan protokol kesehatan dan diakhiri dengan konsolidasi internal IKAMAH NW yang dipandu Sekretaris IKAMAH NW Moh. Zainul Ahzan, S.Pd.I yang menghasilkan kesepakatan-kesepakatan berbagai program dan kegiatan yang akan dijalankan oleh IKAMAH NW selanjutnya. (*)

Related posts