Polres Lotim Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkotika

Polres Lotim Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkotika
Lombok Timur SR- Polres Lombok Timur (Lotim) memusnahkan barang bukti (BB) berupa ribuan botol miras berbagai jenis dan sabu seberat 268, 03 gram. Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari bulan Juli-November 2020. Pemusnahan yang berlangsung di halaman Polres Lotim tersebut disaksikan langsung Bupati Lotim yang diwakili Kepala Bakesbangpoldagri, Dandim 1615 Lotim, Kajari Lotim, Kepala Satpol PP Lotim, tokoh masyarakat, dan sejumlah tokoh agama.
Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio menyampaikan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan upaya untuk menjaga kondusifitas jelang menghadapi pilkada serentak 9 Desember mendatang dan sebagai persiapan menyambut Operasi Lilin jelang natal dan tahun baru.
“Yang mana untuk menghadapi pilkada serentak dan Operasi Lilin jelang natal dan tahun baru, kami Polres Lotim memusnahkan barang bukti,” kata Tunggul di hadapan awak media, Rabu (02/12).
Dikatakannya, barang bukti tersebut melanggar pasal 2 dan 3 Perda Lotim nomor 8 tahun 2002 tentang larangan memproduksi, mengedarkan, menjual, dan meminum minuman keras. Sedangkan narkotika jenis sabu tersebut melanggar pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009.
“Perangi narkoba, jauhi minuman keras! Kami sepakat dengan organisasi terkait dan para tokoh agama dan masyarakat di Lotim untuk memerangi dan memberantas minuman keras dan narkotika,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpoldagri yang mewakili Bupati Lotim, HM Isa, menyampaikan pemusnahan tersebut merupakan hal yang mulia dan harus ditingkatkan. Ia menganggap hal tersebut merupakan kekompakan dari Pemda Lotim untuk mencegah generasi muda dari kerusakan.
“Kegiatan seperti ini perlu kita tingkatkan. Kalau barang seperti ini tidak dimusnahkan, maka apa yang akan terjadi kepada generasi kita,” ungkapnya.
Lanjutnya, untuk menciptakan kondisi yang aman di Kabupaten Lotim, maka barang-barang seperti miras dan narkotika harus dimusnahkan. Ia berpendapat, percuma melakukan pembangunan di Lotim dengan nilai miliaran jika generasi muda rusak.
“Jika ahlak anak-anak kita dirusak oleh barang-barang seperti ini, tidak ada gunanya,” tandasnya.
Kegiatan pemusnahan barang bukti miras dilakukan dengan cara ditumpahkan kedalam wadah yang sudah disediakan. Sedangkan pemusnahan barang bukti jenis sabu dimusnahkan dengan cara diblender. (wan)

Share this post