Iskandar Perjelas Soal Distribusi Bantuan Kepada Poktan

Iskandar Perjelas Soal Distribusi Bantuan Kepada Poktan

Lombok Tengah, SR – Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Loteng, Ir. L. Iskandar perjelas soal arah pendistribusian beberapa jenis bantuan kepada sejumlah Kelompok Petani (Poktan) yang ada di wilayah kecamatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kab. Loteng, Prov. NTB).

Pentingnya persoalan tersebut untuk dijelaskan kepada warga masyarakat khususnya para Koptan yang tersebar berada di kecamatan Loteng, ini dimaksudkan guna meluruskan munculnya kesalahpahaman yang mengakibatkan terjadinya kecemburan dari salah satu pihak poktan yang berbeda wilayah domisili kecamatan. Demikian disampaikan Kadis Pertanian Loteng, L. Iskandar, beberapa waktu lalu.

Lanjujtnya, terlebih dahulu disampaikan, kalau selama ini memang belum ada anggaran untuk pengadaan bibit bagi petani. Akan tetapi, diakui oleh pihaknya telah mengusulkan sebanyak 25.000 hektare lahan sawah yang tersebar di 12 kecamatan.

“Usulan ini sekaligus juga nantinya, para poktan pun akan mendapatkan bantuan bibit secara gratis,” katanya.

Selanjutnya, berbicara soal ketidak tepatan pendistribusian dikatakan, hal itu terjadi dikarenakan, adanya proses pengalihan distribusi yang sebelumnya oleh PT Sang Hiyang Sri (SHS), diketahui tidak sanggup dalam pengadaan dan pemenuhan kebutuhan petani Loteng. Maka, dilakukanlah pengalihan ke PT Pertani yang telah sanggup memenuhi kebutuhan bibit.

Luas usulan lahan untuk pendistribusian bibit padi sebanyak 25.000 hektar tadi diketahui yang sudah terealisir oleh PT SHS sendiri baru hanya berjumlah 124 ton bibit padi. “Selanjutnya, untuk sisanya akan di selesaikan oleh PT. Pertani dengan jumlah distribusi sebanyak 516 ton untuk 5 Kecamatan,” jelasnya.

Adapun total data jumlah lahan sawah milik poktan yang tersebar di kecamatan wilayah Loteng saat ini berkisar sebanyak 27.000 hektar. Namun, sayangnya untuk saat ini oleh pihaknya hanya mampu memfasilitasi 25.000 hektare saja yang bisa dipenuhi. “Insha Alloh, sisa bibit yang akan didistribusikan PT. Pertani tadi, dalam satu minggu bibit akan bisa tuntas didistribusikan,” terangnya meyakinkan.

Sementara, terhadap bantuan 1000 ekor sapi jenis Brahman Cross, yang didatangkan langsung  dari Australia dengan kuwalitas terbaik yang dikenal petani ternak dengan nama, F1 (Formula One/Satu). Satu ekor sapi jenis Brahman ini seharinya membutuhkan pakan sebanyak 50 kilo gram, disamping itu, sepenuhnya dengan karakteristik kebutuhan konsumsi pakan hijau.

Terkait pertanyaan beberapa warga yang merupakan salah satu poktan mengenai, dimana distribusi bantuan sapi ini yang dianggap mereka terkesan pilih kasih. Disebabkan, bantuan sapi yang hanya diberikan kepada para poktan yang berdomisili disejumlah desa wilayah kecamatan Pujut. Dijawab L. Iskandar, dimana alasan desa 1000 sapi dilaksanakan di Kecamatan Pujut karena Pujut yang dinilai memenuhi kriteria dalam kesiapan penerimaan bantuan sapi ini. (ang)

Share this post