Kasus ADD BPS, Kejari Selong akan Panggil Kembali Mantan Kades AG

Kasus ADD BPS, Kejari Selong akan Panggil Kembali Mantan Kades AG

Lombok Timur SR – Ketua BPD Desa Bagik Payung Selatan (BPS) Kecamatan Suralaga Lombok Timur (Lotim) Muhammad Bahri, berserta anggota BPD BPS sebagai perwakilan warga kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong, Kamis (26/11) lalu. Kedatangan Ketua BPD dan perwakilan masyarakat BPS mendesak Kejari Selong segera menyelesaikan kasus mantan kepala desa (Kades) Bagik Payung Selatan yang menjabat pada periode 2013-2019, inisial AG yang terindikasi melakukan tindak penyelewengan anggaran dana desa (ADD) selama menjabat.

Ditemui usai bertemu dengan pihak kejaksaan, Ketua BPD Bagik Payung Selatan, Muhammad Bahri mengaku sudah tidak dapat mentolerir lagi kasus tersebut. Ia menganggap masyarakat selama ini sudah banyak dibodohi oleh mantan Kades tersebut. “Sehingga pihak Kejari Selong harus menyelesaikan dugaan kasus ADD yang diselewengkan mantan kepala desanya,”pintanya.

Lanjutnya, banyak kejanggalan dalam kegiatan yang dilakukan oleh mantan kades tersebut selama periode jabatannya. Ia mencontohkan, pengadaan motor untuk kadus yang sejatinya sudah dianggarkan dari ADD nyatanya tak terealisasi meskipun uangnya sudah diambil dan masuk dalam laporan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Pembelian sepeda motor Kadus, uangnya sudah diambil, tapi fisiknya tidak ada sampai hari ini. Sehingga selesai masa jabatannya dianggarkan dari pejabat desa yang baru,” terang Bahri.

Selain itu, banyak kegiatan pembangunan di desa tersebut yang juga tidak dikerjakan meskipun dananya sudah dianggarkan. Bahri mencontohkan, pembuatan gapura di setiap gang yang nilainya mencapai Rp 15 juta/unit tapi tidak diselesaikan.

“Dari sisi kualitas yang seharusnya menggunakan batu bata nyatanya menggunakan batako sehingga kualitasnya kurang bagus. Lalu dikemanakan uang tersebut?,” kata dengan nada tanya.

Akibat adanya kejanggalan tersebut, BPD bersama masyarakat kemudian melakukan kroscek ke lapangan. Dari hasil kroscek tersebut, disimpulkan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan mantan Kades tersebut mendekati Rp 2 M. “Kurang  dari Rp 25 juta dari Rp 2 M totalnya yang tidak jelas pertanggungjawaban,” jelasnya.

Tak sampai disitu, kelakuan mantan Kades tersebut kembali membuat masyarakat Desa Bagik Payung Selatan, geram. Pada akhir masa jabatannya, tanah pecatu yang sejatinya tidak diperjualbelikan nyatanya telah ia jual tanpa sepengetahuan masyarakat.

“Tanah pecatu itu kan dalam Perbupnya tidak boleh dijual dalam masa dua tahun. Nah! Pada akhir masa jabatannya, ia jual periode 2021-2025,” tandas Bahri.

Sementara itu, salah seorang perwakilan masyarakat Desa Bagik Payung Selatan yang langsung menemui Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Selong, Najamudin mengaku sudah bertemu dengan pihak Kejari Selong. Dari pertemuan tersebut Kejari Selong berjanji akan melakukan pemanggilan lagi terhadap AG.

“Waktu pemanggilan pertama AG mangkir. Untuk yang berikutnya minggu depan,” jelas Najamudin.

Najamudin yang mewakili masyarakat Desa Bagik Payung Selatan berharap, jika dalam pemanggilan berikutnya AG mangkir, ia berharap bisa diberikan kewenangan untuk melakukan pengawalan agar AG bisa hadir memenuhi panggilan Kejari Selong.

“Kami harap jika mangkir terus, kami diijinkan oleh Kejaksaan mendampingi yang bersangkutan agar kasus ini tidak jalan di tempat,” harapnya.

 

Sementara itu, mantan Kades Bagik Payung Selatan, AG mengatakan apa yang dilakukan Ketua BPD tersebut hanya semata-mata untuk memanfaatkan momen pemilihan kepala desa (Pilkades) saja. Ia mengaku tidak takut dengan tindakan yang dilakukan oleh ketua BPD tersebut. Selain itu ia juga merasa difitnah dalam hal ini.

“Apa yang dilakukan beliau-beliau itu hanya untuk memanfaatkan momen Pilkades saja. Saya takut salah berbicara. Saya merasa difitnah,” jelas AG pada Suara Rinjani saat dikonfirmasi via telepon, Jum’at (27/11).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Husus (Pidsus) Kejari Selong, Wasita saat dikonfirmasi melalui WhatsApp untuk dimintai keterangan tidak menjawab pesan wartawan media ini. (wan)

Share this post