Sekolah Mulai Dibuka, Kadis Dikbud : Masih Ada Yang Tidak Terapkan Prokes

Sekolah Mulai Dibuka, Kadis Dikbud : Masih Ada Yang Tidak Terapkan Prokes

Lombok Timur- Sejak dibukanya pembelajaran tatap muka mulai 16 November 2020 lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) rutin melakukan pengawasan atau monitoring terhadap sekolah-sekolah di Lotim. Setelah hampir seminggu lebih berjalan Dikbud Lotim tidak menemukan ada siswa yang terkonfirmasi reaktif maupun positif Covid-19.

Adapun tahap evaluasi pelaksanaan belajar tatap muka sudah dilakukan sejak lima hari lalu. Evaluasi tersebut tak lepas dari masih adanya sekolah yang belum menerapkan protokol kesehatan.

“Hasil monitoring kemarin, masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan protokol kesehatan dengan standar Covid dan Surat Edaran (SE) Bupati,” kata Kepala Dikbud Lotim, Ahmad Dewanto Hadi, pada Suara Rinjani, Selasa (25/11).

Lanjutnya, sekolah yang masih belum melengkapi standar protokol kesehatan agar segera melengkapinya pada minggu ini. Selain itu tempat duduk siswa juga harus betul-betul diperhatikan jaraknya agar sesuai dengan standar.

“Sekolah yang masih belum melengkapi protokol kesehatan sudah kami catat dan kita akan monitoring lagi untuk memastikan kelengkapannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dewanto menjelaskan, untuk persiapan pembelajaran semester genap pada tahun 2021 mendatang sudah disiapkan dari sekarang. Sehingga pembelajaran semester genap pada tahun 2021 bisa dilaksanakan secara tatap muka. 

“Melihat kondisi yang seperti ini, aktifitas pembelajaran tatap muka bisa kita lanjutkan,” tandasnya.

Terpisah, Camat Sakra Ahmad Subhan mengatakan, sejak dikeluarkannya surat edaran (SE) Bupati, dia dan jajarannya langsung melakukan pemantauan di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Sakra bersama Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. Dari pantauannya, memang benar masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP.

“Sejak dikeluarkannya SE Bupati itu, kami langsung turun ke lapangan. Mengecek ke sekolah-sekolah. Memang untuk penggunaan masker bagi siswa sekolah dasar (SD) masih belum bisa karena anak-anak mengaku sesak,” terangnya.(wan)

Share this post