Terkuak Pabrik Narkotika di Lotim, Murnan : Harus Ada Kepedulian Kita Semua

Terkuak Pabrik Narkotika di Lotim, Murnan : Harus Ada Kepedulian Kita Semua

Lombok Timur SR- Terkuaknya pabrik pembuatan sabu di Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Lombok Timur (Lotim) oleh Ditresnarkoba Polda NTB pada Sabtu 21 November 2020lalu tidak luput dari perhatian Ketua DPRD Lotim. Ia menganggap persoalan tersebut bukan hanya urusan pihak kepolisian dan TNI semata, namun meminta masyarakat ikut mencegah bila mengetahui ada kegiatan yang bersifat pelanggaran hukum.

“Persoalan ini sekali lagi tidak saja oleh aparat penegak hukum, tetapi oleh masyarakat. Harus ada kepedulian kita semua,” kata Ketua DPRD Lotim, Murnan pada wartawan, Senin (23/11).

Dikatakannya, yang paling terdampak oleh narkotika adalah generasi penerus yang saat ini sedang dalam masa produktif dan banyak sekali jumlahnya. 

“Terutama anak-anak yang usia produktif atau yang usia-usia sekolah,” terang politisi Partai PKS tersebut.

Lanjutnya, selain masyarakat, Murnan juga mendorong Pemda Lotim mampu mengatasi persoalan semacam itu karena berdampak sangat luar biasa bagi generasi muda. Meskipun bukan kewenangannya, namun Pemda justru harus berperan lebih aktif dalam mengatasinya.

“Sekali lagi masalah kewenangan itu, itu kewenangan kepolisian, tapi tentu karena ini dampaknya sangat luas dan sangat besar membahayakan generasi berikutnya,” tandasnya.

Lebih lanjut, Murnan mengatakan, jika melihat dari sisi psikologis, baik pemakai dan yang mengedarkan memiliki masalah kejiwaan akibat narkotika. Sehingga efeknya tidak membuat jera para pelaku. Murnan berharap pelaku dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya berharap pelaku dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ditresnarkoba Polda NTB berhasil mengungkap pabrik sabu di TKP I Lingkungan Muhajirin Desa Pancor Kecamatan Selong dan TKP II di Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela pada Sabtu 21 November 2020. Dari pengungkapan tersebut, aparat berhasil mengamankan sepuluh orang tersangka dan barang bukti (BB) berupa uang, alat hisap sabu/bong, ponsel, dan lain-lain.(wan)

Share this post