Kesal Gaji Kerap Terlambat Dibayar, Pemuda Kuta Tebas Tangan Bule 

Kesal Gaji Kerap Terlambat Dibayar, Pemuda Kuta Tebas Tangan Bule 
Lombok Tengah, SR –  Merasa kesal karena kerap mendaoat perlakuan buruk. Seorang pemuda atas nama Kukuh (25), warga Dusun Batu Riti, Desa Kuta Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Kab. Loteng), menebas tangan bossnya yang diketahui seorang bule Australia.
Pelaku menebas tangan korbannya bule Australia yang telah berkewarganegaraan Indonesia atas nama, River (60) ini terjadi didepan Hotel Rivera Kuta,  pada hari Rabu (18/11) sekitar pukul 17.30 wita. Ironisnya, penganiayaan terjadi disaat korban bersama istri dan dua orang tamunya baru saja sampai di Hotel Rivera miliknya yang sekaligus lokasi tempat tinggal korban.

Penebasan yang disaksikan langsung istri dan kedua tamu korban waktu itu dilakukan pelaku tepat didepan pintu gerbang rumahnya.”Sebelumnya antara korban dan pelaku sempat cekcok. Tidak lama setelah cekcok, pelaku pun tiba – tiba menyerang korban dengan menebas tangan korban menggunakan pisau”, jelas, Kapolsek Kuta, IPTU. Muhammad Fajri, Kamis,(19/11).
Korban, begitu mengetahui pelaku yang menyerang dan berhasil melukainya dengan menggunakan pisau pun tidak mau mati konyol lantas lari tunggang langgang menyelamatkan diri menuju ke salah satu kamar hotel miliknya. Diduga, pelaku telah mempersiapkan diri dengan membawa pisau guna melakukan penganiayaan terhadap korban.
Tidak lama berselang setelah kejadian, hari itu juga aparat kepolisian begitu mendapat laporan langsung bergerak dan tanpa ada perlawanan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku yang kini telah diamankan di Mapolsek Kuta. “Saat diinterogasi, pelaku sendiri telah mengakui perbuatannya. Dan menurutnya, penganiayaan itu terpaksa dilakukan karena pelaku yang merasa kesal terhadap korban,” terangnya.
Dimana selama ini dirinya (pelaku,red) merasa kerap mendapat perlakuan buruk dari korban yang tidak lain ternyata merupakan boss dari pelaku. Seperti, korban yang sering berkata – kata kasar ketika pelaku sedang bekerja di hotel, ditambah lagi korban kerap terlambat membayar gaji pelaku.
Kendati demikian, apapun alasan pelaku disebabkan dengan telah sengaja melakukan tindak pidana kriminal kekerasan penganiayaan terhadap orang lain. Maka, pelaku pun nantinya akan dijerat dengan Pasal 351, KUHP, dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama 2  tahun 8 bulan.”Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apapun alasan pelaku menganiaya korban, proses hukum terhadap pelaku tetap akan berjalan,” tegas, Kapolsek Kuta. (ang).

Share this post