SUARA LOTIM 

Dugaan Perdagangan Manusia Terjadi, Dewan Tuding Pemda Nilai Tidak Serius 

Lombok Timur SR- Kasus dugaan perdagangan manusia (human trafficking) terjadi di Lotim. Dugaan tersebut menimpa Yuli Handayani warga Dusun Gubuk Puntik Desa Suralaga Kecamatan Suralaga Lotim. Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara Rinjani, Yuli Handayani dikabarkan berangkat ke Dubai Uni Emirat Arab bulan November 2019.

“Berangkat dari rumah bulan November, tapi informasi yang saya dapat itu bulan Maret 2019,” terang Kabid PPTK Disnakertrans Lotim, Hirsan, pada Suara Rinjani, Rabu (11/11).

Lanjut Hirsan, tidak diketahui PJTKI mana yang memberangkatkan Yuli. Sehingga bisa dikatakan Yuli berkerja sebagai TKW di luar negeri dengan status tidak terdaftar alias illegal. Hingga kini upaya yang dilakukan Disnakertrans dan DPRD Lotim sudah sangat maksimal dengan mengupayakan agar Yuli segera dipulangkan.

“Tidak ada PJTKI. Mereka perorangan, semacam sindikat. Jadi statusnya illegal. Kami sedang mengupayakan Yuli untuk segera dipulangkan namun masih terkendala Covid,” jelas Hirsan.

Kedepannya, Hirsan berharap Pemerintah Desa sebagai penanggung jawab masyarakatnya dan lebih mengetahui keadaan masyarakat memiliki andil besar dalam mensosialisasikan dampak buruk menjadi pekerja ilegal.

Sementara itu, Ketua DPRD Lotim, Murnan, pada kesempatan yang sama mengatakan pemerintah tidak serius dalam menangani masalah PMI. Ia memahami faktor uang juga menjadi penyebab terjadinya permasalahan ini. Selama ini, menurut dia, belum ada tindakan konkret yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani masalah tenaga kerja.

“Pemerintah kita belum serius dalam menangani tenaga kerja ini. Ini karena faktor uang juga,” tandas Murnan.

Lebih lanjut, Murnan berharap Pemda segera melakukan koordinasi dengan KJRI untuk segera memulangkan yang bersangkutan. Ia berharap, untuk mencegah terjadinya human trafficking kembali, setidaknya Pemda melakukan pembekalan dan pelatihan-pelatihan agar tenaga kerja lebih terampil.

“Yang jelas Pemda harus koordinasi dengan KJRI untuk segera dipulangkan, bagaimanapun caranya. Harapan kita ini agar diberikan pembekalan agar pekerja lebih terampil,” harap Murnan.

Yuli Handayani TKW asal Dusun Gubuk Puntik Desa Suralaga Kecamatan Suralaga diduga disiksa majikannya. Akibatnya, Yuli melarikan diri dari rumah majikan tempat ia berkerja. Yuli saat ini masih dalam pengamanan pihak KJRI.(wan)

Related posts

%d blogger menyukai ini: