Nambung Lepas, Suhaili-Pathul Dituding Tidak Peduli Wilayahnya

Nambung Lepas, Suhaili-Pathul Dituding Tidak Peduli Wilayahnya
Lombok Tengah SR- Mencermati kisruh tapal batas Lombok Tengah (Loteng) Lombok Barat  (Lobar), yakni di Nambung, yang akhir – akhir ini menjadi sorotan media masa. Hal ini membuat Direktur Lombok Update Loteng M. Samsul Qomar angkat bicara. Kepada Suara Rinjani melalui Pers releasesnya, mengatakan, persoalan Nambung, bukan persoalan yang baru lahir. Namun, persoalan ini sudah cukup lama, artinya Pihak Pemprov telah mengupayakan mempertemukan dua kabupaten ini, namun sayang Loteng saat itu kurang merespon, persoalannya tapal batas Loteng dengan Lobar.
“Masalah Nambung bagi saya sih bukan persoalan baru, ini persoalan lama dan sudah dilakukan mediasi oleh Pemprov, namun sayang saya melihat pemkab Loteng, dalam hal ini HM. Suhaili Pathul, kurang merespon keberadaan  wilayah perbatasan,” katanya, Jumat (30/10).
Dikatakan, diakhir jabatan Suhaili pihaknya melihat ini ada sandiwara baru setelah 2017 lalu sandiwara lama di pertontonkan. Kenapa sandiwara, baginya soal tapas batas ini sebenarnya tidak harus terjadi klaim wilayah karena ada peta asli yang sudah ada namun sayangnya pemerintahan Suhaili – Pathul tidak menunjukkan sikap serius, sudah sering sekali pemprov memediasi namun Pemda Loteng memang tidak serius untuk soal batas wilayah ini, pasalnya setiap mediasi Pemda Loteng hanya mengirim stafnya .
“Sementara Lobar langsung Bupati dan Wakil Bupatinya karena mereka serius. Ini saya liat dan cek langsung ke provinsi Loteng tidak serius dan acuh tak acuh,”keluhnya.
Setelah ia mengetahui hasil itu, lanjut Qomar, pihaknya memimpin komisi 1 saat itu, langsung terbang ke Kementrian Dalam Negeri, untuk melakukan protes. Saat itu, pihaknya ditanggapi dan dimediasi ulang lagi pemda Loteng tak mau ambil pusing oleh Kepala Bappeda yang bertindak atas nama Bupati dan Wakil Bupati menerima keputusan tanpa terlebih dahulu mendengar masukan kami di DPRD dan hasil hearing warga saat itu.
“Berbicara kecewa saat itu, kami dari dewan sangat kecewa sama pemda Loteng, padahal kalau dari silsilah dan bukti nambung itu milik Loteng tapi masyarakatnya lebih di perhatikan oleh Lobar, dari administrasi sampai bantuan mereka lebih di jamin ketimbang Pemda Loteng, sehingga wajar saja kami menilai kalau pemkab Loteng tidak mau tau dengan urusan masyarakat di perbatasan,” paparnya.
Dengan adanya gejolak saat ini tentu pihaknya melihat Pemda Loteng bertindak seperti film India yang datang selalu terlambat. “saya fikir kalau serius kenapa tidak dari dulu kenapa sekarang ada apa,” tanyanya.
Namun, pihaknya tetap mendukung Bupati Suhaili jika memang betul-betul mementingkan masyarakatnya silahkan segera ke Jakarta saja tunjukkan bukti dan fakta-fakta yang dimiliki jangan sekedar komentar dan menyulut kegaduhan ini tidak baik.
“Tidak ada kata terlambat, kita dukung Pak Bupati rebut Nambung melalui mekanisme yang legal, jangan dengan kekerasan karena rakyat akan jadi korban,” tutupnya. (ap)
Area lampiran

Share this post