Penarikan Peserta KKN UNW Mataram Dirangkai dengan Santunan Anak Yatim

Penarikan Peserta KKN UNW Mataram Dirangkai dengan Santunan Anak Yatim

Lombok Timur SR – Suasana gembira bercampur tangis dan haru menyelimuti perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan XXVIII Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) tahun 2020 dan masyarakat di Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/10).

Acara perpisahan digelar sebagai tanda berakhirnya program mahasiswa KKN dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim di desa tersebut dengan menggandeng Baznas Lombok Timur.

Ketua Kelompok KKN Fadli Rahman, mengatakan program yang pernah dilakukan selama 2 bulan melaksanakan KKN di Desa Bagik Payung Selatan lebih difokuskan pada bidang pendidikan dan bidang sosial seperti Diniyah, TPQ, Kursus Matematika dan penyuluhan hidup sehat serta distribusi masker. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk program-program yang belum terlaksana. Inilah kemampuan kami pada tahap sedang belajar ini” ucapnya.

Wakil Ketua Baznas Lotim, Lalu Muhir yang dikonfirmasi via Whatsapps menyebutkan bahwa santunan untuk anak yatim dan orang jompo merupakan program prioritas dari Baznas Lotim, kami berterima kasih kepada adik-adik KKN UNW Mataram yang turut membantu mendata dan menyalurkan santunan ini.

“Data anak-anak yatim yang dari mahasiswa KKN kedepannya akan kami jadikan acuan khususnya di Desa Bagik Payung selatan,” tegasnya.

Kepala Desa Bagik Payung Selatan, melalui Sekdes, Asmu’i Riadi, S.Pd., menuturkan saat acara dimulai, semua yang mengikuti perpisahan penuh suka ria dan gembira. Namun, menjelang berakhirnya acara, ada tangis haru yang terselip antara mahasiswa dan masyarakat Desa Bagik Payung Selatan. Ia menyampaikan mahasiswa KKN UNW sangat memberikan kesan baik ketika berada di Desa Bagik Payung Selatan. Saat hendak menjalankan program, mereka pun sebelumnya sudah cepat berbaur dengan masyarakat setempat.

“Mahasiswa KKN yang datang di desa kami, begitu kami sayangi layaknya anak kami sendiri,” kata Asmui. 60 hari ternyata mampu memberikan kesan yang sangat baik antara kami mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Bagik Payung Selatan, yang terjadi saat perpisahan begitu jauh dari ekspetasi kami,” ucap Asmui.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNW Abdul Mukmin Rifai Yasin, M.Si., saat menarik peserta KKN, menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap masyarakat dan pemerintah desa Bagik Payung Selatan yang telah memerima dan memberikan bimbingan kepada mahasiswanya.

“Atas nama civitas akademika UNW kami haturkan jazakumullahu khairan katsira kepada pemerintah desa, BPD, masyarakat Desa Bagik Payung Selatan yang telah menerima dan membimbing mahasiswa KKN selama 2 bulan ini,” ucapnya.

Lanjutnya, kedepan pemerintahan desa dan UNW Mataram lebih intens lagi bersinergi dalam mengimplementasikan tri darma perguruan tinggi, terutama yang terkait dengan pengabdian pada masyarakat.

“Semoga jalinan kerjasama ini berlanjut dalam upaya membangun desa,”pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri ajaran aparat desa, tokoh pemuda, serta pihak Pemerintah Kecamatan Suralaga. Adapun kegiatan perpisahan dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19. (vin)

Share this post