SUARA MATARAM 

Pemkot Mataram Siapkan Pengelolaan Limbah Domestik Ramah Lingkungan

Mataram SR – Pemerintah Kota Mataram akan menyiapkan aturan pengelolaan Limbah Domestik di Kota Mataram. Hal ini disampikan Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendy Eko Saswito dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Mataram tentang Penyampaian Jawaban Pemerintah Kota Mataram Atas Pemandangan Umum Fraksi Dewan Terhadap Pengajuan 4 (empat) Raperda Kota Mataram, di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Senin (19/10).

Effendy menyampaikan, sistem pengelolaan yang ramah lingkungan perlu dikedepankan untuk menjaga kadar kualitas air dan lingkungan di Kota Mataram yang bekerjasama dengan Kementrian PUPR.

“Bahwa Kementerian PUPR bekerjasama dengan seluruh pemerintah daerah se-Indonesia telah mencanangkan Gerakan 100-0-100, yaitu sebuah gerakan menuju pemenuhan target 3 sektor yaitu 100% Akses Aman Air Minum, Pengurangan Kawasan Kumuh menjadi 0%, dan 100% Akses Sanitasi Layak pada tahun 2019,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan Kota Mataram terpilih untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui ADB karena beberapa faktor, antara lain adanya indikasi limbah rumah tangga yang terpapar sehingga mencemari badan air seperti sungai dan saluran primer drainase, dan jika dibiarkan berpotensi mengurangi kapasitas Kota Mataram dalam mewujudkan Gerakan 100-0-100 tersebut.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemkot Mataram menghasilkan rekomendasi bahwa perlunya disiapkan suatu IPAL Skala Kota agar Kota Mataram terhindar dari masalah sanitasi tak layak sebelum Kota Mataram nantinya akan semakin berkembang sehingga lahan untuk mengola air limbah menjadi sulit.

“Terkait pengelolaan SPAL-D Terpusat, maka Raperda ini nantinya juga akan mengatur tentang tata cara pengelolanya termasuk kelembagaannya. Raperda ini juga memastikan bahwa limbah cair tidak lagi dibuang oleh siapapun ke saluran air dan nantinya SPALD Terpusat akan melayani sebanyak 48% dari total luas,” ulasnya.

Terhadap Raperda Pengelolaan Air Limbah Domestik, Sekda menyampaikan, selain sebagai langkah prefentif untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan di Kota Mataram.

“Raperda ini juga bertujuan untuk menguatkan upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya sarana pengelolaan air limbah di Kota Mataram,”pungkas Sekda (fad)

Related posts

%d blogger menyukai ini: