Program Lapangan Desa, Hairi : Desa Induk Harus Berbagi dengan Desa Mekar Tanah Pecatu

Program Lapangan Desa, Hairi : Desa Induk Harus Berbagi dengan Desa Mekar Tanah Pecatu

Lombok Timur SR- Program satu desa satu lapangan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim masih menjadi polemik di beberapa desa. Pasalnya, satu lapangan diklaim oleh dua desa atau desa induk tidak mau memberikan sebagian kepada desa mekar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD), M. Hairi menjelaskan, PMD saat ini masih mendata desa yang belum memiliki lapangan. Ia mengibaratkan desa induk adalah adik dari desa mekar, sehingga desa induk harus menyerahkan sebagian tanah pecatu untuk dijadikan lapangan oleh desa mekar.

“Banyak desa induk yang tanah pecatunya besar tidak mewariskan kepada desa mekar,” kata Hairi pada Suara Rinjani, Senin (12/10) lalu.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. M. Juani Taofik sekaligus Ketua BPD Desa Rumbuk Kecamatan Sakra menjelaskan, bagi desa yang belum punya lapangan sebaiknya mengalokasikan satu persil tanah untuk lapangan. “Akan diderektif oleh Perbup. Kita sedang menyiapkan regulasinya,” kata Sekda.

Lanjut Sekda, pada umumnya, lapangan desa yang baik itu harus berada di pinggir jalan, akan tetapi jika ditukar dengan tanah pecatu yang berada jauh dari pinggir jalan tentunya akan ada regulasi yang harus dipersiapkan.

“Pada umumnya tanah pecatu atau aset desa itu berada di tengah. Bagaimana merubahnya atau menukarkan tanah pecatu ke pinggir jalan tentunya harus ada regulasi dari Gubernur. Itu yang akan kita kawal nantinya,” imbuh mantan Camat Jerowaru tersebut.

Sebelumnya, dari 254 desa yang ada di Lotim, hampir 10 persen masih belum memiliki lapangan. Program satu desa satu lapangan yang dicanangkan Pemkab Lotim mendapat atensi dari masyarakat. Tanah pecatu yang merupakan aset desa akan dikorbankan. Tanah pecatu yang semula untuk menambah penghasilan perangkat desa kini bisa dijadikan lapangan seiring sudah pastinya penghasilan perangkat desa.

“Gaji perangkat desa sekarang standar UMK, jadi tanah pecatu bisa digunakan untuk membuat lapangan,” pungkasnya.(sop)

Share this post