Kabid Kedaruratan BPBD : Hampir Semua Kecamatan di Lotim Terdampak Kekeringan

Kabid Kedaruratan BPBD : Hampir Semua Kecamatan di Lotim Terdampak Kekeringan

Lombok Timur SR- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini mencatat sebanyak 15 kecamatan terdampak kekeringan di Lotim.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim, Iwan Setiawan mengatakan, sejak ditetapkannya tanggap darurat tanggal 14 September hingga saat ini, dari SK pertama terdapat 15 kecamatan yang terdampak kekeringan, namun setelah divalidasi data-data kekeringan tersebut, di setiap kecamatan mengalami kenaikan.

“Setelah diverifikasi hampir semua kecamatan mengalami penambahan, contoh kasus di Jerowaru, awalnya dilaporkan sebanyak 9 desa, namun setelah kita turun, seluruh desa yang 15 desa di Kecamatan Jerowaru itu terdampak kekeringan,” kata Iwan pada Suara Rinjani, Senin (05/10).

Dikatakan Iwan, mengingat semua desa di bagian Jerowaru terdampak kekeringan, pihaknya membuat pola dengan menggandeng pengusaha tangki lokal untuk menyuplai kebutuhan air bersih. Hal tersebut dilakukan agar tidak menganggu suplai di 14 kecamatan lainnya.

Lanjutnya, sebanyak enam perusahaan tangki lokal yang digandeng pihak BPBD dengan dibayar masing-masing tangki sebesar Rp. 250.000 per tangki.

“Alhamdulillah, dengan pola itu sudah lancar, kita sudah jalankan hampir satu minggu ini, jadwal ditentukan dari BPBD, kecamatan dan desa. Jadi tangki lokal ini mengirim air sesuai dengan orderan di Kecamatan Jerowaru, 4-5 kali sehari” ujarnya.

Adapun di kecamatan lainnya, seperti kecamatan Sambalia, pihaknya telah menyiagakan dua buah armada yang berasal dari Porles dan BPBD, mengingat di kecamatan Sambalia tidak terdampak total kekeringan.

Sedangkan untuk kecamatan-kecamatan yang tidak terlalu luas terkena dampak kekeringan, pihaknya  setiap hari mengontrol dari permintaan yang masuk ke BPBD dari Pemerintah Desa maupun Kecamatan.

“Karena keterbatasan armada kemarin, makanya kita maksimalkan tangki swasta di Jerowaru, sehingga kami di bidang kedaruratan sangat maksimal di kecamatan lain untuk menyuplai kebutuhan air,” katanya.

Adapun BPBD Lotim sendiri, telah menyiapkan 11 armada dan 6 armada swasta yang akan menyuplai air bersih di setiap kecamatan yang terdampak kekeringan. Pihaknya juga saat ini sudah mulai menyuplai air bersih ke setiap masjid yang ada di kecamatan terdampak.

“Kalau masjid satu minggu sekali kita isi kadang dua minggu sekali baknya kita isi. Sekarang hampir semua masjid di wilayah yang terdampak bisa kita suplai,” pungkasnya.(sop)

Share this post