Dua Tahun Pemerintahan SUKMA, Penempatan Pejabat  Jadi Sorotan

Dua Tahun Pemerintahan SUKMA, Penempatan Pejabat  Jadi Sorotan

Dari Diskusi Kedaerahan PD PEMUDA NW Lotim

Lombok Timur SR – Pimpinan Daerah Pemuda Nahdlatul Wathan Kabupaten Lombok Timur, menggelar Diskusi Kedaerahan bertajuk Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan SUKMA “Sudah Berbuat untuk Lombok Timur” di Kedai Sang Walli, Desa Anjani Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, Sabtu malam (03/10).

Dalam diskusi tersebut Pemuda NW Lotim menghadirkan narasumber Sekretais Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs. H. M. Juaini Taufiq, M.Ap, Pegiat Sosial, Direktur Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Roma Hidayat dan Ketua DPRD Lombok Timur,  Murnan, S.Pd, namun berhalangan hadir.

Pimpinan Daerah Pemuda NW Lotim, Hasanah Efendi mengatakan, Kabupaten Lombok Timur, sejak naiknya paket H Sukiman Azmy- H Rumaksi, menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, ada dua musibah besar yang dihadapi paket yang dikenal SUKMA saat kampanye dulu, yaitu bencana gempa bumi dan pandemi corona yang tentunya mengurask pikiran dan anggaran yang tidak sedikit dalam menangulangi musibah ini.

“Namun terlepas dari itu, tentu kita akan melihat, apa sih yang pernah diperbuat paket SUKMA ini dalam menunaikan janji politiknya saat kampanye dulu. Apakah sesuai dengan visi misi ataukah tidak,” tegasnya.

Hasfen, panggilan akrabnya, menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari rangkaian pra Hari pahlawan 2020 yang dilaksanakan Pemuda NW Lombok Timur.

Sementara itu, Drs. H. M. Jueni Taufiq, dalam penyampaiannya mengungkapkan, visi dari pasangan SUKMA yakni Adil Sejahtera dan Aman (ASA) sudah diuraikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), bisa terwujud.

Visi misi ini diperioritaskan, yaitu meningkatkan perekenomian masyarakat dengan integrasikan perekomonian, pariwisata, pertanian dan keluatan. Kemudian juga meningkatkan infrastruktur, sumber daya manusia, memberdayakan perempuan, lalu meningkatkan kualitas keagamaan, dan terakhir berbicara reformasi birokrasi dalam  meningkatkan kualitas pelayan publik

“Tahun pertama adalah meningkatkan membangun infarstruktur, taun ke dua berbicara kualitas sumber daya manusia dan tahun ke tiga ini meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Lanjut Sekda, dari data yang ada, memang visi pertama ini adalah political will. Nah yang paling berat adalah pada saat kita bicara kualitas sumber daya manusianya.

“Jujur saja, membangun SDM tidak semudah membangun infrastruktur.  Kalau membangun fisik sekolahnya, lalu kemudian dengan partisipasi masyarakat, saya kirab tidak terlalu berdampak,”tegasnya.

Selanjutnya, Roma Hidayat memaparkan, salah satu kehebatan politikus itu adalah mereka berani membangun jembatan yang tidak ada sungainya. Sebenarnya, pada pasangan SUKMA ini adalah ada empat puluh delapan janji yang harus ditagih oleh masyarakat.

“Setidaknya ada janji-janji lain yang bisa kita tagih, misalnya satu desa satu lapangan, dan sebagainya,” ucapnya.

Lanjut Roma, namun dari sekian banyak janji politik, yang paling menjadi sorotan publik selama ini adalah soal penempatan pejabat di pemerintaan SUKMA yang dinilai kental nuansa politik tanpa mengindahkan nilai-nilai professional pejabat itu sendiri.

“Istilah DRS (Dari Rumbuk Saja), ini memang kenyataan, bahkan Sekda saja dari Rumbuk. Tapi itu tidak jadi soal, asal kompeten, tapi kalau tidak kompeten ini yang menjadi masalah dan akan mengganggu roda pemerintahan SUKMA,” tandasnya.

Saat season diskusi dibuka, berbagai pertanyaan yang cukup tajam dilontarkan peserta diskusi ditujuan kepada kedua narasumber.

Diantaranya, perwakilan PC Pemuda NW Sakra Barat, Zulmaidi dan PC Pemuda NW Suralaga, (Turmawazi), soal penempatan pejabat di Lotim yang cukup melihat dari kedekatan dan timses, kendati miskin prestasi dan kemampuan. Termasuk pejabat yang tersangkut hukum yang belum direspon Bupati. Kemudian janji Bupati Sukiman dihadapan masyarakat saat kamanye dulu yang akan memperbaiki jalan di wilayah Gunung Rajak, tepatnya di Dusun Baren Mayung yang hingga dua tahun ini belum ditunaikan, padahal tahun pertama SUKMA itu akan menuntas infrastruktur.

Semua pertanyaan dijawab dan dicatat oleh Sekda untuk dijadikan bahan kajian dan evaluasi untuk lebih baik lagi dalam membangun Lombok Timur. (sr)

Share this post