Langgar Protokol Covid-19, Panitia Senam Zumba Dijatuhi Hukuman

Langgar Protokol Covid-19, Panitia Senam Zumba Dijatuhi Hukuman

Lombok Timur SR- Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim akhirnya menjatuhkan denda kepada penyelenggara senam zumba yang viral di media sosial (medsos), Minggu 21 September 2020. Denda dijatuhkan Pemda karena penyelenggara dan peserta senam terindikasi melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2020.

Kapolres Lotim yang mendapat informasi langsung memanggil penyelenggara dan pemosting guna memberikan klarifikasi. Kapolres yang sekaligus wakil ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim tersebut menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 apabila melihat pelanggaran protokol kesehatan di wilayah hukum Polres Lotim.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pihak pelapor/pemosting atas laporannya yang sebenarnya tujuannya baik. Kedepan masyarakat Kabupaten Lombok Timur dapat membantu untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio di hadapan wartawan, Senin (28/09).

Sementara itu, Sekda Lotim H. M. Juaini Taofik mengatakan, apapun bentuk kegiatan masyarakat bila tidak mematuhi protokol Covid-19 akan tetap diberikan sanksi karena Perda Nomor 7 Tahun 2020 sudah diberlakukan. Ia tidak menampik kebutuhan masyarakat untuk berolahraga karena di dalam 4 M yang terakhir dalam protokol Covid-19 adalah menjaga imunitas.

“Kita tidak menyalahkan kegiatan olahraganya, tetapi yang kita persoalkan adalah sesuai dengan Pergub adalah tidak adanya jaga jarak dan melampaui kapasitas dalam ruangan tersebut,” tandas Juaini.

Lanjut dia, jika mengacu pada Perda dan Perbup No 34 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan maka setiap kegiatan yang bersifat keramaian tidak boleh lebih dari 30 orang.

“Jika lebih dari 30 orang, maka akan dikenakan sanksi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Lotim, Lalu Abdullah Purwadi menjelaskan, pihak penyelenggara senam zumba dijatuhkan denda karena telah melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2020. Dikatakannya, ada dua macam sanksi yang sebenarnya bisa diterapakan kepada pihak penyelenggara yakni sanksi sosial dan denda yang berkisar Rp. 400 ribu.

“Ada dua sanksi yang diberikan, akan tetapi penyelenggara memilih membayar denda yang kisarannya Rp. 400 ribu,” jelas Wadi.

Di tempat yang sama, pihak penyelenggara enggan berkomentar saat dikonfirmasi wartawan. Sebelumnya, sebuah akun facebook atas nama Yudha Millia memposting ratusan peserta senam zumba dalam sebuah ruangan tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Postingan tersebut mendapat banyak kritikan dari masyarakat yang membuat Pemda Lotim bertindak tegas dengan memanggil penyelenggara.(sop)

Share this post