Kakanmenag Loteng Gantung Harapan Kepada Paslon yang Peduli Madrasah 

Kakanmenag Loteng Gantung Harapan Kepada Paslon yang Peduli Madrasah 

Lombok Tengah SR- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), Drs. H. Jalalusyayuthy pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng, menaruh harapan besar, kepada masing masing Paslon. Siapapun yang terpilih sebagai Bupati dan wakil Bupati Loteng, memiliki kepedulian kepada madrasah, terutama guru madrasah yang tidak tersentuh dengan program Kemenag.

“Kita memang punya banyak program, yang aplikasinya atau peruntukannya ke guru dan fisik madrasah, akan tetapi banyaknya jumlah guru dan madrasah dibawah naungan kemenag, aggaran yang ada tidak mampu menyentuh secara menyeluruh. Maka disinilah kami menggantungkan harapan, kepada paslon yang terpilih bisa memperhatikan kami,” pintanya, Selasa (29/09).

Kenapa pihaknya mengharapkan demikian lanjutnya, kemenangan yang diraih masing-masing paslon, itu juga tidak terlepas dari suaranya para guru madrasah. Sehingga sangat wajar jika ada anggaran yang erasal dari Pemda Loteng, bisa diarahkan Kemenag Loteng.

Selain itu, guru guru di madrasah hasil didikannya pula, itu nantinya akan dinikmati oleh daerah itu sendiri. Sebab tujuan di madrasah ataupun di sekolah tujuannya sama, yakni sama sama mencerdaskan anak bangsa.

“Berbicara manfaat, semua hasil didikan madrasah juga sama seperti sekolah, yakni mencerdaskan anak bangsa, jadi berbicara wajar, ya wajar juga sih Kemenag dibantu Pemda, paling tidak ada anggaran yang diarahkan ke madrasah,” harapnya.

Dijabarkan, saat ini dari sekian program kemenag yang sumber anggarannya dari pusat, salah satunya insentif guru madrasah, dimana saat ini anggaran untuk masing-masing guru madrasah, Kemenag baru bisa anggarkan insentif guru sebanyak 2127 orang. Dimana masing masing penerima diberikan Rp 250 ribu perbulan, Dan itu mereka bisa terima satu kali enam bulan.

“Sehingga jumlah anggaran yang diterima sebanyak Rp 1,5. Hanya 2127 guru insentif yang bisa kami anggarkan untuk guru. Selebihnya belum bisa,” katanya.

Sedangkan daftar antrian yang belum tersentuh dengan program apapun, masih banyak dan disinilah pihaknya harapkan ada kepedulian pemda, terutama para calon Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih.

“Hanya 2127 guru yang bisa dibiayai, sedangkan sisanya masih banyak, jadi wajar kami gantungkan harapan kepada masing masing Paslon, ada anggaran untuk membantu kami,” ulasnya panjang.

Selain bersifat individu, pihaknya juga berharap besar setiap tahun ada anggaran untuk rehab madrasah, mengingat kondisi madrasah di bawah binaan Kemenag Loteng, banyak yang memprihatinkan sehingga membutuhkan renovasi.

“Madrasah lebih banyak dibangun melalui swadaya, kedepan kami juga berharap ada sumbang sih yang dianggarkan melalui APBD, termasuk madrasah yang tak layak tempati,” harapnya lagi.

Diakuinya, berbicara jumlah pemilih dilingkaran para pendidik, pihaknya berani memastikan jumlah pemilih guru di kalangan pendidik, madrasah lebih besar dari pada sekolah.

“Ini artinya peran serta madrasah dalam mengantarkan para Paslon sangat besar. Dan bagi Paslon yang terpilih nantinya bisa memperhatikan madrasah, sehingga beberapa program yang tidak tersentuh dengan anggaran yang ada, bisa di siasati melalui APBD,”pungkasnya. (ap)

Share this post