KPU Sumbawa Gelar Pencabutan Nomor Urut, Ini Hasilnya

KPU Sumbawa Gelar Pencabutan Nomor Urut, Ini Hasilnya

Sumbawa Besar, SR  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat pleno terbuka dan pengundian nomor urut terhadap 5 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa untuk bertarung di pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Acara itu dirangkaian dengan deklarasi dan penandatangan pakta integritas protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 serta deklarasi kampanye damai, di Aula Hotel Sernu Raya, Kamis (24/09).

Dari pengambilan dan penarikan nomor urut tersebut, diketahui pasangan yang mendapatkan nomor urut 1 adalah: H.Husni Djibril – H.Muhammad Ikhsan (Husni – Ikhsan). Kemudia pasangan nomor Urut 2 adalah: Nurdin Ranggabarani – Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam). Pasangan  nomor urut 3 adalah: Talifuddin – Sudirman (Talif-Sudir). Pasangan nomer urut 4 adalah: H.Mahmud Abdullah – Dewi Noviani (Mo – Novi). Dan pasangan yang nomor urut 5 adalah: Syafruddin Jarot-H. Mohlis (Jarot – Mohlis). Dan seluruh pasangan calon, mempunyai pendapat dan optimisme terhadap nomor urut masing-masing.

Nomor Urut 1 (Husni-Ikhsan). Calon Bupati dari pasangan (Husni-Ikhsan), H.Husni Djibril mengatakan, nomor 1 merupakan nomor yang telah diharapkan oleh pasangan (Husni-Ikhsan). Sebab, nomor tersebut mengindikasikan untuk kembali memimpin sumbawa 1 periode lagi.

“Kami dapat nomor satu, itu kan harapan yang luar biasa. Kenapa nomor 1, karena saat ini saya masih orang nomor satu dan dapat nomor 1 lagi. Dan akan lanjut satu periode lagi,” ucap Husni.

Dengan nomor 1, ia yakin rencana besar untuk membenahi, dan lebih memajukan sumbawa akan terwujud. “Mudah-mudahan didengar oleh yang maha kuasa. Rencana besar kita untuk memajukan sumbawa, yang sekarang sudah cukup maju kita akan benahi kembali untuk berjalan dengan baik,” pintanya.

Nomor Urut 2 (Nur-Salam) Calon Bupati pasangan (Nur-Salam), Nurdin Ranggabarani yang akrab dipanggil NR mengatakan, nomor urut 2 merupakan nomor urut vaforit. Sebab nomor tersebut merupakan lambang kemenangan, yang menandakan kemenangan di pilkada 2020 ini.

“Ini nomor urut vaforit, karena ini adalah lambang kemenangan, lambang victory,” kata NR.

Disebutkan, dengan Nomor Urut 2, pasangan (Nur-Salam) akan lebih mudah melakukan sosialisasi, karena lebih mudah dipraktekkan oleh masyarakat. “Kami insya Allah lebih mudah mensosialisasikan, karena orang akan lebih gampang mengangkat dua jari daripada mengangkat jari yang lain,” jelasnya.

Nomor Urut 3 (Talif-Sudir) Ketua Tim Penasehat Pasangan Talifuddin-Sudirman (Talif-Sudir), Abdul Munir mengatakan, nomor urut 3 merupakan implementasi dari Berdzikir, Berfikir dan Berikhtiar kepada Allah SWT. Sehingga menjadi tanda-tanda kemenangan bagi pasangan Talif-Sudir.

Dijelaskan, nomor 3, merupakan gambaran perjuangan yang telah ditempuh selama satu tahun enam bulan, hingga mencapai hari ini. Dan merupakan gambaran dukungan masyarakat Sumbawa dari barat hingga timur.

“Nomor itu tidak instan, nomor yang diharapkan selama satu tahun enam bulan. Dan syukur alhamdulillah bahwa hajat kami dari tim relawan, baik kabupaten hingga desa bersyukur. Karena ini merupakan simbul, yang bukan kebetulan. Tapi merupakan tanda alam, yang telah menjadi takdir. Nomor tiga merupakan gambaran dukungan masyarakat sumbawa dari barat hingga timur,” ucapanya.

Nomor Urut 4 (Mo-Novi) Calon Bupati pasangan H Mahmud Abullah-Dewi Noviani (Mo-Novi), H.Mahmud Abdullah yang akrab dipanggil H Mo mengatakan, pilkada saat ini merupakan pilkada dengan system pemilihan langsung ke-4 kali digelar. “Pilkada ini merupakan pilkada ke 4 untuk pilkada langsung, ini merupakan tanda kemenangan bagi kami,” kata Haji Mo.

Ia optimis, dengan Nomor Urut 4, dapat memangkan pilkada 9 Desember mendatang. Ditambah dengan hadirnya Dewi Noviani, sebagai perwakilan perempuan di Kabupaten Sumbawa.

“Kita optimis memenangkan. Keunggulan kami karena ada keterwakilan perempuan. Tapi yang jelas, sebelum ada nomor urut, semua nomor urut itu adalah semua baik. tidak ada yang tidak baik. Dan kami selalu mengkampanyekan, untuk membedakan di surat suara adalah ada wanita dan pakai jilbab hijau,” ujarnya.

Nomor Urut 5 (Jarot-Mochlis) Calon Bupati dari pasangan Syafruddin Jarot-Mochlis (Jarot-Mochlis), Syafruddin Jarot mengatakan, nomor 5 merupakan nomor urut yang telah didambakan oleh pasangan Jarot-Mochlis. “Alhamdulillah, tadi pagi kami berbincang-bincang dengan pak wabup (mochlis, red). Kita berdoa, semoga kami mendapatkan nomor yang mudah diingat. Mudah dilihat, dan mudah ditebak. Dan alhamdulillah, nomor yang diberikan ke kami adalah nomor lima,” ucapnya.

Diungkapkan, sebelum penarikan nomor urut, Jarot-Mochlis mengidamkan nomor urut yang akan menempatkan pasangan tersebut di sisi paling kiri atau paling kanan di surat suara. Dan dengan nomor 5, jika diurutkan maka akan berada pada posisi paling kanan di surat suara.

Selain itu, nomor urut 5, merupakan nomor keramat. Karena melambangkan lima dasar negara, yakni Pancasila, lima waktu shalat wajib umat Islam, dan lima jari manusia. “Mudah-mudah nomor lima adalah nomor keberuntungan bagi kami dan insya allah, kami bisa memenangkan pertandingan pilkada di 9 desember nanti,” pintanya.

Dan acara tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Sumbawa , Ketua Bawaslu juga Ketua DPRD Sumbawa, Kejari Sumbawa , Kapolres Sumbawa , Dandim Sumbawa dan jajaranya dan yang turut hadir menyaksikan penyelengaraan rapat pleno terbuka tersebut.

“Dalam Deklarasi damai Ketua KPU M Wildan beserta pasangan calon Pilkada menyatakan sikap yang isianya antara lain;

1). Mewujudkan pemilihan yang langsung umum, bebas, rahasia dan jujur dan adil.

2). Melaksanakan kampanye pemilihan yang aman tertib, damai, beritegeritas tampa hoak, politikasi salah dan politik uang.

3). Melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4). Menerima sangsi sesuai peraturan yang berlaku, apabila melanggar peraturan kampanye pemilihan. (bgs)

Share this post